Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Pembunuhan Ilmuwan Palestina, Malaysia Rilis Foto Tersangka Baru

Internasional
25 Apr 2018
Pembunuhan Ilmuwan Palestina, Malaysia Rilis Foto Tersangka Baru

hariansuara.com, Kuala Lumpur -  Polisi Malaysia pada hari Rabu merilis foto baru salah satu dari dua tersangka yang membunuh seorang ilmuwan Palestina, dan meminta bantuan publik untuk menemukan tersangka yang diyakini masih berada di negara itu.

Kepala polisi Malaysia Mohamad Fuzi Bin Harun mengatakan  polisi dapat mengkonfirmasi foto seorang tersangka setelah menemukan sepeda motor yang mereka berdua naik ketika melakukan pembunuhan.

Kedua tersangka pada hari Sabtu menembak mati Fadi M. R. Albatsh, seorang insinyur listrik dari Palestina yang sedang mengajar di universitas Malaysia di ibukota Kuala Lumpur.

"Sepeda motor itu ditinggalkan di dekat danau sekitar 9 menit dari TKP," kata Fuzi.

Polisi sebelumnya telah merilis foto-foto dari dua tersangka berdasarkan keterangan saksi mata tetapi belum mengidentifikasi mereka.

"Kami percaya para tersangka pada saat ini masih di negara kami," kata Fuzi, menambahkan bahwa duo tersebut telah berada di Malaysia sejak akhir Januari dan telah menggunakan identitas palsu.

Hamas, organisasi politik Palestina, mengatakan Fadi adalah anggotanya dan beberapa di Palestina telah menyalahkan agen-agen Israel atas kematiannya.

Fuzi setuju bahwa pembunuhan itu "sangat profesional" tetapi menolak untuk mengatakan apakah dilakukan oleh badan intelijen Israel Mossad.

"Kita harus melihat semua sudut," katanya. "Kami yakin melalui bantuan publik kami akan bisa mendapatkan para tersangka ini," katanya.

Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan sebelumnya  pembunuhan itu dapat memiliki beberapa hubungan dengan badan-badan intelijen asing.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X