
hariansuara.com, Gaza - Satu pria Palestina tewas dan 973 terluka pada Jumat dalam bentrokan antara ratusan demonstran Palestina dan tentara Israel di perbatasan antara Jalur Gaza timur dan Israel.
Bentrokan, yang pecah pada sore hari setelah sholat Jumat, adalah bagian dari apa yang disebut Palestina sebagai "the Great March of Return," yang dimulai pada 30 Maret dan akan berakhir pada 15 Mei.
Ashraf al-Qedra, juru bicara kementerian kesehatan di Gaza, mengatakan bahwa Jaber Abu Mustafa ditembak mati oleh tentara Israel selama protes di timur Khan Younis di Jalur Gaza selatan dekat perbatasan dengan Israel.
Dia juga mengatakan 973 orang terluka di lima wilayah berbeda di Jalur Gaza timur dan menambahkan bahwa 178 dari mereka yang terluka ditembak dengan peluru tajam, 13 orang di antaranya luka parah.
Al-Qedra juga mengatakan penembak jitu militer Israel menargetkan anak-anak yang berpartisipasi dalam pawai. Bahkan sniper Israel melukai seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun di Jalur Gaza tengah.
Jumlah korban tewas sejak pecahnya protes enam minggu dan demonstrasi di Jalur Gaza timur naik menjadi 48 dan lebih dari 8.000 terluka. sekitar sepertiga dari mereka terluka akibat terkena tembakan peluru. Selama periode yang sama, enam orang Palestina lainnya tewas tetapi jenazah mereka masih berada berada di pihak Israel.
Ismail Haniyeh, kepala politbiro Hamas, mengatakan kepada para demonstran di Jalur Gaza timur bahwa "kami akan memberitahu Trump bahwa Yerusalem adalah kota Arab dan Islam dan kami tidak akan membiarkan Trump atau Netanyahu untuk mengubahnya."
Protes dijadwalkan mencapai puncaknya pada 15 Mei, hari yang disebut Palestina sebagai Hari Nakba.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU