
hariansuara.com, New York - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Minggu mengutuk serangan teroris di tiga gereja di Surabaya.
"Pemimpin PBB terkejut pada laporan bahwa anak-anak digunakan dalam serangan itu," kata juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, dalam sebuah pernyataan dilansir Xinhua, Senin, (14/5).
Guterres menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap pemulihan cepat bagi mereka yang terluka.
Baca juga: Setara Institute Kutuk Keras Bom Gereja di Surabaya
Dia menegaskan kembali dukungan PBB kepada pemerintah dan rakyat Indonesia dalam upaya untuk memerangi dan mencegah terorisme dan ekstremisme kekerasan, termasuk melalui promosi pluralisme, moderasi dan toleransi.
Baca juga: Teror Bom Guncang Tiga Gereja di Surabaya
Sebagaimana diberitakan sebelumnya aksi terorisme dalam bentuk serangan bom menimpa 3 (tiga) gereja di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Minggu (13/5) pagi. Kabid Humas Polda Jatim Komisaris Besar (Kombes) Pol. Frans Barung Mangera mengatakan, ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel terjadi pukul 07.30 WIB, di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.35 WIB, dan Gereja Pantekosta Jalan Arjuna pukul 08.00 WIB.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU