
hariansuara.com, Den Haag - Mutiara air tawar terbesar di dunia, yang dulu milik Catherine the Great, dijual pada Kamis (31 Mei) di Belanda seharga 320 ribu euro atau 374 ribu dollar.
Dikenal sebagai mutiara Sleeping Lion karena bentuknya yang khas, terbentuk pada paruh pertama abad ke-18 di perairan Cina. Para pelelang mengatakan mutiara itu memiliki berat 120 gram dan membuatnya menjadi salah satu dari tiga mutiara terbesar ada di dunia. Mutiara itu dibeli oleh pedagang Jepang seharga 320 ribu euro.
Sekitar tahun 1765, mutiara itu dikirim ke Batavia atau Jakarta oleh seorang pedagang Belanda dan dimiliki oleh Hendrik Coenraad Sander.
"Setelah Sander meninggal, mutiara itu dilelang di Amsterdam pada 1778 dan diakuisisi oleh Catherine the Great", kata rumah lelang, Venduehuis.
Catherine memiliki mutiara itu sampai 1796. Pada tahun-tahun penuh gejolak setelah kematiannya, mutiara itu lenyap dan akhirnya muncul lagi di Polandia.
"Setelah melalang buana, mutiara itu dibeli pada tahun 1865 oleh pandai emas Belanda dan tetap dalam kepemilikan keluarganya selama empat generasi, sebelum Masyarakat Mutiara Amsterdam membeli mutiara pada tahun 1979 yang berniat untuk meneliti dan menelusuri sejarahnya," kata Venduehuis.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU