
hariansuara.com, China - Ilmuwan pertanian asal China, Yuan Longping dan timnya berhasil menanam padi di daerah gurun Dubai di Uni Emirat Arab,
Mereka menggunakan beras yang toleran dengan air laut yang dirancang tumbuh di area dengan kandungan garam.
Ini adalah kasus pertama di dunia, dimana gurun dapat dijadikan tempat untuk menanam padi. Usaha Yuan dilakukan juga sebagai wujud kontribusi China meningkatkan kemampuan orang-orang di daerah gurun mencukupi diri sendiri dalam hal makanan pokok.

"Percobaan padi di gurun ini didukung oleh kantor investasi swasta dari penguasa Emirat Dubai, " kata Zhang Guodong, wakil direktur di Pusat Penelitian dan Pengembangan Beras Garam-Alkali Toleransi Qingdao di provinsi Shandong dikutip China Daily, Minggu, (3/6).
Yuan, "bapak beras hibrida" China, membantu memperluas pertanian varietas padi yang toleran terhadap garam. Pada bulan Januari, Yuan dan tim memilih lusinan jenis padi hibrida dan menanamnya di petak-petak kecil di daerah-daerah gurun di pinggiran kota Dubai.
Setelah lima bulan pertumbuhan, mereka mengundang para ahli dari India, Mesir, Uni Emirat Arab dan negara-negara lain untuk evaluasi, dan menemukan tiga jenis beras yang menghasilkan lebih dari 6 ton per hektar.
Teknologi beras yang toleran terhadap air laut memainkan peran kunci dalam keberhasilan karena lingkungan alam gurun Dubai sangat keras untuk pertumbuhan padi. Suhu siang hari bisa lebih dari 50 C, dan suhu malam hari bisa turun 30 derajat. Kelembaban tetap di bawah 20 persen dan ada badai pasir dari waktu ke waktu.

Tantangan terbesar adalah tanah gurun, yang rendah bahan organik dan tidak dapat mempertahankan kelembaban tanah karena benar-benar pasir dan tidak berstruktur granular.
Dengan keberhasilan ini, Yuan dan kantor investasi swasta dari penguasa Emirat Dubai berencana membangun lahan pertanian eksperimental seluas 100 hektar di Dubai, untuk menguji biaya produksi dan teknik budidaya dari beras yang toleran terhadap air asin dan mempersiapkannya lebih lanjut. Kedua belah pihak akan membangun lahan pertanian standar seluas 100 hektar pada tahun 2019 dan mempercepat penanaman padi pada tahun 2020.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU