
hariansuara.com, Perth - Rencana mendirikan tugu peringatan untuk menghormati penumpang dan awak pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang ditangguhkan pemerintah Australia pada hari Minggu (1 Juli) setelah diprotes keluarga korban.
Tempat peristirahatan terakhir Boeing 777 yang menghilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada Maret 2014, masih belum diketahui meskipun dua pencarian bawah laut besar-besaran dilakukan di lepas pantai barat Australia.
Pemerintah negara bagian Australia Barat pada 2014 membuat rencana untuk membangun monumen di Perth, tetapi para kerabat korban mengatakan tidak ingin tugu itu dibuat sampai pesawat ditemukan.
"Sementara beberapa kerabat korban mendukung pembangunan monumen, yang lain tidak mendukung ," kata Perdana Menteri negara bagian Mark McGowan dalam sebuah pernyataan. "Diputuskan untuk kepentingan terbaik, kita tidak melanjutkan pembangunan memorial pada saat ini."
Danica Weeks, warga Australia yang suaminya, Paul berada dalam penerbangan tersebut mengatakan kepada surat kabar The West Australian, pemerintah seharusnya tidak membuang-buang energi untuk pembangunan ini."Energi itu seharusnya dihabiskan untuk menemukan pesawat," katanya.
"Ketika mereka menemukan pesawat, maka kita setidaknya tahu di mana mereka berada dan kita dapat membuat keputusan tentang di mana membangun peringatan yang bisa kita kunjungi."
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan pada bulan Mei, tidak memiliki rencana saat ini memulai kembali pencarian pesawat. Namun dia menambahkan jika pihaknya menemukan informasi baru akan melanjutkan pencarian.
Sejauh ini hanya tiga fragmen yang dikonfirmasi milik MH370 telah ditemukan, semuanya di pantai Samudera Hindia barat, termasuk bagian sayap dua meter.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU