Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Ahli HAM PBB: Banyak Kekejaman Tak Berprikemanusiaan Terjadi Selama Perang di Kongo

Internasional
04 Jul 2018
Ahli HAM PBB: Banyak Kekejaman Tak Berprikemanusiaan Terjadi Selama Perang di Kongo

hariansuara.com, Geneva -  Pemberontak dan pasukan pemerintah di Kongo telah melakukan banyak kekejaman termasuk pemerkosaan massal, kanibalisme dan mutilasi penduduk sipil, menurut kesaksian yang diterbitkan pada hari Selasa oleh tim ahli HAM PBB.

Tim yang menyelidiki konflik di wilayah Kasai Republik Demokratik Kongo mengatakan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB pekan lalu bahwa mereka mencurigai semua pihak bersalah atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Laporan rinci yang terdiri dari 126 halaman mengatalogkan serangan mengerikan yang dilakukan dalam konflik, yang meletus pada akhir 2016, yang melibatkan milisi-milisi Kamuina Nsapu dan Bana Mura dan pasukan bersenjata Kongo, FARDC.

Kesaksian itu termasuk anak laki-laki yang dipaksa memperkosa ibunya, gadis kecil yang diberi tahu sihir akan membantunya menangkap peluru dan perempuan dipaksa untuk memilih diperkosa atau menghadapi kematian. 

"Satu korban mengatakan kepada kami bahwa pada Mei 2017 dia melihat sekelompok milisi Kamuina Nsapu, beberapa di antaranya memakai alat kelamin wanita sebagai medali," kata Menteri Hak Asasi Manusia Kongo Marie-Ange Mushobekwa kepada Dewan. 

"Beberapa saksi bahkan ingat melihat orang-orang memasak dan makan daging manusia, terutama dilakukan FARDC yang minum darah manusia."tambahnya.

Penyelidik utama Bacre Waly Ndiaye mengatakan kepada Dewan bahwa dalam satu insiden, setidaknya 186 pria dan anak laki-laki dari satu desa dipenggal oleh Kamuina Nsapu, banyak dari anggotanya adalah anak-anak yang dipaksa berperang, tidak bersenjata atau memegang tongkat, dan yakin bahwa sihir membuat mereka kebal.

"Banyak tentara anak seperti itu tewas ketika tentara FARDC menembaki mereka tanpa pandang bulu," katanya. "Mayat-mayat itu sering dikuburkan di kuburan massal ... atau kadang-kadang ditumpuk di truk oleh tentara untuk dimakamkan di tempat lain. Awalnya diperkirakan ada sekitar 86 kuburan massal, tetapi setelah menyelidiki di lapangan tim menduga ada ratusan. "

Seorang juru bicara pemerintah Kongo, dikutip Reuters, mengatakan  informasi tersebut akan diteruskan ke hakim di Kongo. "Kami tidak menyadari hal ini dan kami sangat ingin tahu." katanya. “Satu hal benar-benar pasti. Setiap elemen penegakan hukum dan pasukan keamanan yang bertanggung jawab atas kejahatan ini akan dihukum berat." (*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X