
hariansuara.com, New York - Seorang wanita yang mengenakan T-shirt "Rise and Resist" ditangkap Rabu (4 Juli) setelah melakukan protes kebijakan imigrasi dengan memanjat Patung Liberty.
"Dia menolak turun pada awal. Dia tidak turun dengan perintah suara," kata juru bicara National Park Service, Jerry Willis kepada AFP.
Jadi polisi terpaksa memaksanya untuk turun dan menangkapnya setelah hampir empat jam berada di patung Liberty. Willis mengatakan wanita itu akan menghadapi beberapa tuduhan federal termasuk pelanggaran dan perilaku tidak tertib.
"Kami berasumsi bahwa dia melakukan protes," kata Willis, berdasarkan pernyataan perempuan itu kepada polisi.
Media lokal melaporkan bahwa wanita itu di antara demonstran yang menentang kebijakan imigrasi Trump yang memprotes di situs tersebut sebelumnya. Namun Rise and Resist NYC, yang mengorganisir protes itu, mengatakan bahwa protes di patung itu bukan bagian dari gerakan kelompok itu.
Setidaknya enam orang ditangkap karena menggantung spanduk di sekitar pangkal patung yang bertuliskan "Abolish ICE," mengacu pada US Immigration and Customs Enforcement, agensi yang berada di garis terdepan dalam debat imigrasi.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU