
hariansuara.com, Jakarta - Muda dan berprestasi, itulah anak muda Jepang yang ada di daftar singkat dibawah ini. Menjejaki karir politis disaat muda dan berhasil menduduki jabatan prestisius saat umurnya bahkan belum sampai 33 tahun. Siapa sajakah mereka, berikut daftarnya!
1. Haruka Kuwabara - 31 Tahun

Haruka masih berusia 31 tahun dan memasuki dunia politik untuk membantu kota kelahirannya, Tsunan. Dia menjadi walikota termuda di Jepang pada 24 Juni. Haruka Kuwabara, istri seorang peternak babi dan ibu dua anak, mengalahkan dua kandidat pria yang umurnya 57 dan 67 tahun.
"Adalah wajar bahwa konstituen mungkin khawatir punya walikota muda, tetapi saya akan melakukan yang terbaik untuk kota ini ," kata Kuwabara.
Karir politiknya dimulai pada bulan Oktober 2011, pada usia 25 tahun, Kuwabara terpilih ke majelis dengan 1.144 suara, paling banyak dalam sejarah Tsunan. Dia terpilih kembali pada tahun 2015, sekali lagi menerima suara terbanyak. Kuwabara juga ditunjuk sebagai wakil ketua dewan kota.
2. Shuhei Azuma - 29 Tahun

Walikota kota termuda lainnya adalah Shuhei Azuma berumur 29 tahun di Shijonawate, Prefektur Osaka. Shuhei Azuma adalah mantan anggota Kementerian Luar Negeri saat masih berusia 28 tahun, yang tugasnya menangani diplomasi negara. Dia memenangkan pemilihan walikota di Shijonawate, Prefektur Osaka.
Perebutan kursi walikota diperebutkan antara Azuma dan petahana berusia 61 tahun. Menggunakan jargon, "Saya ingin mengubah kota menjadi Shijonawate baru" dalam kampanyenya, Azuma ingin fokus pada pendidikan dan ingin menjadikan kota ini sebagai tempat di mana wanita dapat lebih aktif terlibat di masyarakat.
3. Hiroto Fujii - 29 Tahun

Fujii menjadi walikota termuda Jepang pada Juni 2013 dengan mengalahkan Yumiko Mori berusia 58 tahun, yang mendapat dukungan dari LDP dan wakil ketua dewan kota.
Fujii adalah walikota kedua termuda Jepang dalam sejarah, setelah Kotaro Shishida yang berumur 27 tahun terpilih sebagai walikota kota Musashimurayama di prefektur Tokyo pada tahun 1994. Fujii mengangkat kesadaran pemuda tentang politik.
Namun berbeda dengan kedua walikota diatas, Hiroto Fuji berurusan dengan hukum dan ditangkap dengan tuduhan menerima ratusan ribu yen uang suap dari seorang pengusaha. Fujii menyangkal tuduhan itu, tetapi bagaimanapun juga itu adalah perubahan yang menyedihkan dan mendadak bagi seseorang yang memiliki standar bagi generasi muda baru dalam politik. (Berbagai Sumber) (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU