
hariansuara.com, Santiago - Sembilan pesawat terpaksa melakukan perubahan rute darurat di wilayah udara Chili, Argentina dan Peru pada Kamis karena ancaman bom yang dikeluarkan otoritas penerbangan sipil Chili.
Victor Villalobos Collao, direktur jenderal otoritas penerbangan sipil Chili (DGAC), mengatakan 11 ancaman dibuat pada Kamis dengan dua di antaranya "fiktif" dan sembilan di antaranya terkait dengan penerbangan yang ada.
Namun semua pesawat dinyatakan bebas dari bahan peledak dan satu pesawat kemudian diizinkan untuk melanjutkan penerbangannya.
Collao menjelaskan, ancaman tersebut didapatkan melalui telepon misterius yang menyasar kantor LATAM dan DGAC. "Kami selalu memiliki satu atau dua koper yang ditinggalkan, itu normal," katanya di bandara Santiago. "Tapi ini benar-benar kasus yang luar biasa."
Satu penerbangan, Sky 162, lepas landas dari bandara Arturo Merino Benítez di Santiago dan menuju ke kota utara Antofagasta ketika diperintahkan untuk kembali ke Santiago.
Penerbangan LATAM 2369, yang berasal dari Lima, ibu kota Peru, dan menuju Santiago, dipaksa mendarat di kota Pisco, Peru selatan.
Kementerian transportasi Peru mengatakan tidak ada yang terluka dan sebuah tim untuk menonaktifkan bahan peledak telah diberitahu. "Saat ini situasinya terkendali," katanya di Twitter.
Penerbangan Sky lainnya, Sky 524, sesuai jadwal penerbangan lepas landas dari kota Argentina, Mendoza, membuat pendaratan darurat di Santiago sebelum melanjutkan ke Rosario di Argentina. Sky mengatakan pesawat lain, Penerbangan 166, dicegah untuk lepas landas dari Santiago karena ancaman bom.
Selain itu, LATAM 800, yang menurut jadwal penerbangan berangkat dari Auckland, Selandia Baru, melakukan pendaratan darurat di tujuan Santiago. Penerbangan itu masih menjalani pemeriksaan keamanan, tambah DGAC.
Collao mengatakan penerbangan lain diperiksa di Iquique, Chile utara, Antofagasta dan Mendoza, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
LATAM mengtakan setidaknya dua dari pesawatnya telah terpengaruh. "Para penumpang yang terkena dampak akan ditransfer oleh LATAM ke penerbangan lain," katanya. "Pihak berwenang belum menemukan bukti yang dapat membahayakan penumpang."(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU