
hariansuara.com, Geneva - Para pemimpin PBB dan Eropa pada hari Sabtu memberikan penhormatan kepada mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan yang meninggal di usia 80 tahun di sebuah rumah sakit di Swiss.
Dalam pernyataan duka yang dikeluarkan setelah meninggalnya Annan, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menggambarkan Annan sebagai "kekuatan pemandu untuk kebaikan".
Michael Moller, Direktur Jenderal Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, mengatakan dengan meninggalnya Annan, "Kemanusiaan telah kehilangan suara moral yang kuat, dan saya kehilangan mentor saya, panutan dan teman baik saya".
"Dia adalah manusia yang luar biasa, dengan keseimbangan luar biasa, insting politik yang sempurna dan selalu menunjukkan belas kasih, selalu peduli terhadap orang lain terutama mereka yang kurang beruntung," katanya.
Bergabung dengan PBB pada tahun 1962 sebagai pejabat administrasi dan anggaran dengan Organisasi Kesehatan Dunia di Jenewa, Annan telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di Swiss ini termasuk sebagai Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi.
"Sejak 1980-an, ketika dia bekerja di Jenewa hingga tahun-tahun terakhirnya dia tetap menjadi suara abadi atas nama pengungsi dan semua yang tertindas," kata Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi.
Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra'ad Al Hussein, Annan adalah tak tergantikan dan contoh terbaik kemanusiaan dan lambang kepantasan dan kasih sayang manusia.
Audrey Azoulay, Direktur Jenderal UNESCO, menyebut Annan sebagai pembela perdamaian yang hebat. Ia mengatakan Annan adalah perwujudan perdamaian dan visi modern Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Keyakinannya bahwa budaya perdamaian harus dikembangkan sepenuhnya sejalan dengan mandat dan komitmen harian UNESCO," katanya.
Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan Annan, sebagai teman lama dan inspirasi baginya dan telah mengabdikan hidupnya untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih damai dan bersatu.
"Prestasinya sebagai Sekretaris Jenderal PBB diakui dengan Hadiah Nobel Perdamaian dan banyak penghargaan lainnya sepanjang hidupnya. Tetapi pengakuan terbesar yang dapat kami berikan kepada Kofi Annan adalah menjaga warisannya dan semangatnya tetap hidup," tambahnya.
Presiden Perancis Emmanuel Macron pada hari Sabtu juga memberi penghormatan kepada mantan pemimpin PBB itu. Macron mengatakan dunia tidak akan pernah melupakan pendekatannya yang tenang dan tegas untuk masalah-masalah, juga kekuatan komitmennya.
"Perancis memberi penghormatan kepadanya," tulis Macron di akun twitter-nya.
Sebuah pernyataan dikeluarkan oleh kantor Presiden Italia Sergio Mattarella yang mengatakan dengan kematian Annan, komunitas internasional kehilangan figur penting, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa kehilangan mantan pemimpin perdamaian, hak asasi manusia dan pembangunan berkelanjutan.
Perdana Menteri Inggris Theresa May juga menyatakan kesedihannya atas kematian Annan. Dia mengatakan Annan adalah pemimpin besar dan pembaharu PBB. Perdana menteri Inggris juga mengatakan Annan telah membuat kontribusi besar untuk menjadikan dunia menjadi tempat yang lebih baik.
Presiden Finlandia Sauli Niinisto mengatakan pada hari Sabtu bahwa dengan meninggalnya mantan pemimpin PBB, dunia telah kehilangan "pendukung yang paling setia dari aturan internasional berbasis aturan".
"Dengan penuh penyesalan saya menerima informasi tentang kematian mantan Sekjen PBB Kofi Annan. Dalam ingatan kami ia akan tetap sebagai orang yang bekerja tanpa lelah untuk melindungi hak asasi manusia dan memperbaiki kondisi kehidupan di Afrika," kata Presiden Polandia Andrej Duda.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU