
hariansuara.com, Yerusalem - Pihak berwenang Israel mengatakan rincian pribadi dari ribuan tentara Israel telah dicuri dan bocor ke pihak ketiga selama beberapa tahun terakhir.
Penyelidikan yang sedang berlangsung oleh Israel Securities Authority (ISA) mengungkapkan para pencuri adalah dua kontraktor sipil dan dua tentara yang bertanggung jawab menangani sistem rekrutmen dengan akses ke file pribadi rekrut baru Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Antara tahun 2011 dan 2014, keempat tersangka mengembangkan perangkat lunak untuk menangkap informasi sensitif dari dokumen, termasuk rincian kontak tentara dan keluarga, jumlah anak-anak dalam keluarga, peran yang ditunjuk di tentara dan paspor asing mereka.
Dilansir dari Xinhua, Senin, (27/8), para pelaku menargetkan rekrutan yang lahir dari 1988 hingga 1993 dan diduga menjual informasi itu kepada perusahaan pemasaran dan pihak ketiga lainnya.
Kelompok ini melakukan penipuan selama bertahun-tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, para prajurit sering mengeluh menerima panggilan soal pemasaran yang menawarkan berbagai produk dan layanan dengan harga diskon.
Meningkatnya jumlah keluhan mendorong Departemen Kehakiman untuk meluncurkan penyelidikan. Laporan-laporan media mengatakan polisi saat ini sedang menginterogasi para tersangka.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU