Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Tatar Sunda Berkelana ke Pasar-pasar Malam di Negeri Belanda

Internasional
30 Aug 2018
Tatar Sunda Berkelana ke Pasar-pasar Malam di Negeri Belanda

hariansuara.com, Belanda - Pasar Malam merupakan acara khas Indonesia yang juga diadopsi oleh masyarakat keturunan Indonesia di negeri Belanda. Setiap tahun, acara ini pasti hadir sebagai bagian dari kultur masyarakat di Belanda. Sebagai contoh, Pasar Malam Tong-Tong, event terbesar yang rutin tiap tahun digelar kota Den Haag. Widoyoko, profesional dan penggiat sejarah perkeretaapian Indonesia, langsung melaporkan untuk Anda dari Negeri Kincir Angin.

Pasar Malam Magnet Publik Berkunjung  

Selain Pasar Malam Tong-Tong, di Belanda ada banyak Pasar Malam diselenggarakan. Di keriaan tersebut umumnya disuguhkan pertunjukan musik dan tari-tarian, penjualan pernik-pernik dan souvenier khas Indonesia atau Asia secara umum. Yang paling penting adalah wisata kuliner aneka masakan Indonesia yang lezat. Makanya, kegiatan Pasar Malam selalu menjadi magnet berkunjung bagi masyarakat Indonesia maupun Belanda yang rindu akan suasana maupun masakan khas Indonesia. 

Event organizernya beragam, dari para profesional Belanda maupun oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) sejak Retno Marsudi menjabat sebagai Duta Besar di Belanda. Bedanya dapat diketahui untuk pasar malam yang diorganisasikan oleh KBRI dari namanya, sekarang dikenal sebagai Pasar Raya Indonesia. Tahun ini acara Pasar Raya Indonesia akan digelar pada 14 – 16 September di Rijswijk. 

Pasar Malam Stoomtrein

Negeri Belanda memang memiliki hubungan sejarah yang erat dengan Indonesia di segala bidang kehidupan, diantaranya dalam sejarah perkeretaapian. Seperti kita ketahui, bahwa sistem perkeretaapian di Indonesia saat ini hampir semuanya merupakan peninggalan dari zaman Hindia Belanda. Karenanya, sejarah pekeretaapian Indonesia juga menjadi bagain dari sejarah perkeretaapian Belanda. 

Salah satu  Museum KA yang memiliki kaitan sejarah dan mengoleksi sisa-sisa sejarah Perkeretaapian Indonesia adalah Stoomtrein Katwijk Leiden. Letaknya tak jauh dari pusat kota Leiden, dan mengoleksi sejarah peninggalan sepur sempit (narrow gauge railway) dari Belanda dan Indonesia. 

Sepur sempit adalah istilah teknis untuk menyebut kereta api dengan lebar sepur 600 mm, 700 mm, 750 mm yang banyak diterapkan pada sektor industri, pertambangan dan perkebunan. Di zaman Hindia Belanda, sepur sempit dengan lebar sepur 600 mm dan 700 mm banyak diterapkan pada sektor pertambangan dan perkebunan. Hingga saat ini jenis kereta api tersebut masih dioperasikan pada sektor-sektor  tersebut.

Karena itu, untuk mengokohkan hubungan sejarah dengan Indonesia, Stoomtrein Katwijk Leiden menggelar kegiatan baru yang unik, disebut Pasar Malam Stoomtrein. Program acara tersebut menggabungkan kunjungan ke Museum KA dengan bonus menikmati budaya dan kuliner Indonesia. Pasar Malam Stoomtrein ini merupakan satu-satunya di Belanda dan menjadi daya tarik yang cukup unik. 

Acara Pasar Malam Lokomotip dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Balanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, pada Sabtu, 25 Agustus lalu. Unik cara peresmiannya. Duta Besar Puja meniup peluit pemberangkatan KA uap dari Stasiun Valkensburg, stasiun utama dari Museum Stoomtrein Katwijk Leiden. Suasana stasiun yang pernah kita alami sebelum Jonan menjabat sebagai Dirut PT KAI seolah-olah hidup kembali. Bahkan suasana Tempo Doeloe, di mana di sela hiruk pikuk lalu lalang orang di pasar, kereta uap ikut mondar-mandir di peron stasiun. Cobalah suatu kali Anda datang ke Pasar Malam Lokomotip. Rasakan sensasi nostalgik seolah kita memasuki mesin lorong waktu, kembali ke zaman dahulu. 

Dengan tiket masuk sebesar € 10,- (dewasa) atau € 7,- (anak) yang dibeli di stasiun, Anda dapat menikmati perjalanan kereta api uap, mengunjungi Pasar Malam dan museum KA, serta menyaksikan kejayaan kereta api di masa lalu. Sejarah perkeretaapian sepur sempit Indonesia juga ditampilkan di Museum Stoomtrein Katwijk Leiden, bahkan kita dapat menumpang lori motor buatan Simplex yang dulu umum digunakan di perkebunan-perkebunan di Sumatera dan Jawa.  

Diorama Tatar Sunda

Tatar Sunda adalah nama dari sebuah diorama pemandangan jalur KA di pegunungan Jawa Barat antara Stasiun Purwakarta hingga Cimahi. Jalur pegunungan yang indah dengan terowongan Sasaksaat, Jembatan Cibisoro, Stasiun Cimahi dan rumah adat Citalang, dituangkan ke dalam sebuah diorama indah dengan skala N (1 : 160).

Diorama Tatar Sunda yang digarap dengan ketelitian yang tinggi oleh railway modeler dari Bandung, yaitu Kang Indra Setia dan Kang Irin Kusnadi. Diorama Tatar Sunda ini memang sudah direncanakan lebih dari setahun yang lalu untuk dipamerkan di Belanda, di antaranya di Museum Stoomtrein Katwijk Leiden.

Tema Diorama Tatar Sunda memang dipilh untuk mengingat jalur tersebut, selain memiliki pemandangan yang indah, juga bentuk stasiun, jembatan dan terowongannya belum berubah seperti 100 tahun yang lalu. Siapa pun yang dulu pernah ke sana, lalu melihat miniaturnya, maka seketika kenangan masa lalu itu bangkit kembali. 

Terbukti, dari banyaknya pengunjung yang takjub, dan berkomentar, misalnya, “Saya pernah melihat stasiun dan  jembatan ini.” Lalu pengunjung yang lain berkata, “Opa saya dulu menjadi insinyur yang ikut membangun jembatan kereta api seperti ini di Indonesia.” Masih banyak lagi komentar pengunjung  yang bernada nostalgia saat melihat Diorama Tatar Sunda.

Bahkan Duta Besar Puja sendiri terkagum-kagum melihat cantiknya Diorama Tatar Sunda, dan sempat beberapa kali membuat foto dan film dari model kereta api yang meliuk-liuk. Ditawarkan olehnya, agar Diorama tersebut juga dipamerkan pada acara Pasar Raya Indonesia yang akan diselenggarakan pada 14 – 16 September nanti.  

Pameran terahir yang akan diikuti oleh diorama Tatar Sunda adalah Smalspoormodelbouwdagen yang juga diselenggarakan oleh Museum Stoomtrein Katwijk Leiden pada 29-30 September yang akan datang. 

Tantangan bagi Railway Modeling Indonesia  

Kegiatan railway modeling di Indonesia merupakan sesuatu yang baru dan mulai dikenal masyarakat di Indonesia. Model kereta api dan bangunan perkeretaapian di pasaran umumnya merepresentasikan kondisi di Jerman/ Eropa, atau ada juga Jepang dan Amerika. Untuk model KA dan bangunan perkeretaapian Indonesia maka railway modeler Indonesia harus membuatnya sendiri. 

Pada acara tahunan Smalspoormodelbouwdagen ini, misalnya, dipamerkan model KA dan diorama perkeretaapian yang diikuti oleh railway modeler dari negara-negara Eropa seperti Belanda, Jerman, Belgia, dan Inggris. Ada beberapa diorama bertema Perkeretaapian Indonesia ada, tapi dibuat oleh railway modeler dari Belanda dan Jerman. 

Baru tahun inilah, berkat kerja keras dan ketekunan Kang Idra dan Kang Irin yang membuat diorama Tatar Sunda, Indonesia dapat menyuguhkan railway modeler asli dari Putra Bangsa Indonesia. Untuk pameran Indonesia Raya nanti, diorama Tatar Sunda yang menampilkan pesona Parahyangan yang indah berukuran panjang 210 cm dan lebar 105 cm diterbangkan langsung ke Belanda secara utuh. Membanggakan, sekaligus bukti bahwa kegiatan railway modeling di Indonesia menjadi wakil dari Asia di pameran, dan tidak kalah dari rekan-rekan di Eropa.

Sekaligus juga ini merupakan tantangan besar bagi railway modeler Indonesia, terutama Kang Indra dan Kang Irin, untuk terus maju. Pasalnya, hasil karya mereka akan bersanding dengan puluhan diorama dan model KA yang dibuat oleh railway modeler papan atas dari negara-negara Eropa. (*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X