
hariansuara.com, London - British Airways mengatakan pada Kamis (6 September), data pribadi dan keuangan pelanggan yang membuat pemesanan antara 21 Agustus dan 5 September diretas.
"Kami sedang menyelidiki, sebagai masalah yang mendesak, pencurian data pelanggan dari situs web kami dan aplikasi mobile kami. Data yang dicuri tidak termasuk rincian perjalanan atau paspor," kata perusahaan penerbangan itu dalam sebuah pernyataan.
"Rincian pribadi dan keuangan pelanggan yang membuat pemesanan di situs web dan aplikasi kami disusupi," katanya.
"Namun pelanggaran ini telah diselesaikan dan situs web kami berfungsi secara normal. Kami telah memberi tahu polisi dan otoritas terkait. Kami sangat menyesal atas gangguan yang disebabkan oleh kegiatan kriminal ini."
BA mengatakan pelanggaran itu terjadi antara 21 Agustus dan 5 September. Sekitar 380.000 kartu pembayaran diretas. BA menyarankan siapa saja yang mungkin telah terpengaruh untuk menghubungi bank atau penyedia kartu kredit dan mengikuti rekomendasi mereka.
Untuk kompensasi, BA mengatakan,, "Kami akan menghubungi pelanggan dan akan mengelola klaim apa pun secara individual." (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU