
hariansuara.com, Philadelphia - Sekitar 7.000 serangga, laba-laba dan kalajengking dan sejumlah kadal baru-baru ini dicuri dari Philadelphia Insectarium and Butterfly Pavilion.
Serangga yang dicuri diperkirakan bernilai sekitar 40 ribu dollar dan petugas museum menduga para pencuri mencoba untuk menjual serangga itu kepada para kolektor.
Kepiting badak, beberapa spesies tarantula dan laba-laba pasir bermata enam yang sangat berbisa termasuk di antara arthropoda yang dicuri. "Mereka mencuri dan memasukkannya ke dalam wadah dan membawanya pergi," kata John Cambridge, pemilik Insectarium, seperti dikutip Live Science, Selasa, (11/9).
Seluruh koloni serangga yang digunakan untuk program pendidikan juga diambil. Dan total para pencuri membawa lebih dari 80 persen koleksi museum.
Pencurian ini bisa menjadi perampokan serangga hidup terbesar dalam sejarah, dan itu adalah pencurian yang sangat tidak biasa sehingga asuransi museum mungkin tidak akan menutupi kerugian. "Ini belum pernah terjadi sebelumnya."
Cambridge menambahkan, seorang karyawan yang tidak puas telah mendalangi pencurian itu sebagai balasan karena dipecat dan mengatur orang-orang lain di departemennya untuk mencuri koleksi.
Kamera keamanan menangkap aksi para pelaku memindahkan serangga dan makhluk lain dari dalam kotak. Setelah semua serangga dicuri, tindakan terakhir pencuri adalah mencuri catatan Insektarium dari populasi serangga sehingga sulit untuk melacak apa yang telah diambil.
Insectarium merupakan rumah sementara bagi serangga yang telah diselundupkan ke negara itu dan kemudian disita oleh pihak berwenang. Cambridge menjelaskan tempat ini adalah salah satu fasilitas yang dapat menampung makhluk-makhluk itu dan merawat mereka.
Insectarium saat ini sedang merenovasi dua lantai teratas dan diharapkan akan buka kembali pada 3 November. Museum ini telah meluncurkan kampanye GoFundMe, Save the Philadelphia Insectarium, untuk membantu menggantikan koleksi yang hilang.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU