.jpeg)
hariansuara.com, Caracas - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan 34 manajer supermarket telah dipenjara atas tuduhan menyembunyikan makanan dan memainkan harga. Tindakan ini dilakukan saat pemerintah berjuang melawan krisis ekonomi di Venezuela.
"Kami memiliki sekelompok supermarket yang menyembunyikan produk. Ada 34 manajer supermarket besar di balik jeruji besi karena melanggar hukum," kata Maduro.
"Saya mengatakan satu hal dan supermarket datang dan mengatakan yang lain ... Alasan apa yang membuat mereka tidak mengikuti aturan?"tambah Maduro,
Media lokal melaporkan bahwa banyak dari manajer yang ditangkap bekerja di Central Madeirense.
Bulan lalu, Maduro berjanji akan melakukan pembaruan ekonomi untuk negara kaya minyak ini yang menderita hiperinflasi dan mendevaluasi mata uang sebesar 96 persen.
Namun, para ekonom mengatakan reformasi yang dilakukan Maduro tidak mengatasi akar masalah Venezuela, yaitu kontrol mata uang dan penciptaan uang berlebihan yang sebenarnya bisa semakin mengguncang perekonomiannya. Tapi Maduro dengan nada optimis saat meninjau ulang langkah-langkahnya, mengatakan pihak berwenang tidak lagi mencetak uang.
Maduro juga mengatakan Venezuela pada Oktober mulai menggunakan petro, cryptocurrency yang diluncurkan tahun ini dalam perdagangan internasional. Namun, laporan Reuters baru-baru ini menunjukkan bahwa petro bukanlah instrumen keuangan yang fungsional, yang menunjukkan Caracas akan berjuang instrumen ini akan diterima di luar negeri.
Sementara itu, sistem baru untuk membayar gas Venezuela akan diperpanjang secara nasional pada hari Senin. Maduro juga mengecam bank dengan memberi mereka waktu 48 jam untuk "membebaskan" uang tunai yang mereka kumpulkan.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU