
hariansuara.com, Orlando - Seorang mahasiswa berusia 22 tahun dijatuhi hukuman pada hari Kamis (20 September) karena mencoba mencuri pesawat penumpang di bandara Orlando.
Mahasiswa Florida Institute of Technology memiliki lisensi pilot komersial tetapi tidak memenuhi syarat untuk menerbangkan pesawat, kata juru bicara Bandara Internasional Orlando Melbourne Lori Booker.
Sementara itu, "Tidak ada bukti untuk menunjukkan hubungan dengan terorisme," kata Kepala Polisi Melbourne David Gillespie
Motif pria itu tidak diketahui, Gillespie menambahkan setelah polisi menggeledah rumah dan kendaraannya tidak ditemukan senjata atau bahan peledak. Dan dia tidak berada di bawah pengaruh alkohol saat melakukan aksinya.
Pria itu, yang diidentifikasi bernama Nishal Sankat, memarkir mobilnya sekitar 140 meter dari pesawat pada Kamis pagi dan terus berlari sebelum melompati pagar bandara. Setelah mencapai dek pesawat, dua teknisi dan dua petugas keamanan menahannya.
"Kami sangat bangga dengan keberhasilan keamanan yang kami miliki," kata Booker. "Dalam dua menit, di adapat dihentikan, ditahan dan ditangkap." Pesawat American Airlines yang ingin dicurinya saat itu berada di fasilitas pemeliharaan untuk pemasangan WiFi broadband.
Sankat didakwa di pengadilan negara bagian Florida dengan percobaan pencurian pesawat, perampokan dan penjarahan kriminal, kata Renee Purden, kepala polisi untuk Bandara Internasional Orlando Melbourne. Dia adalah warga negara ganda Kanada dan Trinidad dan Tobago tanpa sejarah kriminal. Atas aksinya, dua penerbangan sempat ditunda di bandara. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU