Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Malaysia Nilai Lebih Banyak Kasus Zika Menyebar di Asia Tenggara

Internasional
05 Sep 2016
Malaysia Nilai Lebih Banyak Kasus Zika Menyebar di Asia Tenggara

 

Jakarta - Malaysia menyatakan lebih banyak kasus Zika di Asia Tenggara, kata para pejabat Malaysia, Minggu,(4/9/2016).  Tetangganya, Singapura telah melaporkan lebih dari 200 kasus Zika terjadi.

 

Tiga hari yang lalu, Malaysia melaporkan infeksi Zika pertama, seorang wanita yang tinggal di dekat Kuala Lumpur yang terjangkit virus saat berkunjung ke Singapura.

 

Pada hari Sabtu, pihak berwenang Malaysia mengatakan mereka telah mendeteksi infeksi lokal pertama,  seorang pria berusia 61 tahun di Kota Kinabalu.

 

 "Konfirmasi dari kasus kedua Zika di Kota Kinabalu menunjukkan bahwa virus ini sudah ada dalam masyarakat kita," kata Menteri Kesehatan Subramaniam Sathasivam dilansir Reuters, Senin, (5/9/2016).

 

"Zika hadir di negara kita. Kasus-kasus baru akan terus muncul," postingnya dalam  halaman Facebook.

 

Infeksi Zika pada wanita hamil telah terbukti menyebabkan microcephaly, yaitu cacat lahir parah di mana kepala dan otak berukuran, serta kelainan otak lainnya.

 

Hubungan antara Zika dan microcephaly pertama kali terjadi di Brazil, yang sejak dikonfirmasi lebih dari 1.800 kasus microcephaly. Pada orang dewasa, infeksi Zika juga telah dikaitkan dengan sindrom neurologis langka yang dikenal sebagai Guillain-Barre, serta gangguan neurologis lainnya.

 

Sejak melaporkan kasus Zika pertama, Malaysia telah meningkat penyemprotan insektisida untuk membunuh nyamuk. Hal ini juga meningkatkan pemeriksaan kesehatan di perbatasan utama dengan Singapura, di mana 200.000 orang dites setiap hari.

 

Malaysia, dengan populasi hampir 30 juta jiwa  menghadapi pertarungan yang jauh lebih menantang terhadap Zika, dokter mengatakan.

 

"Zika akan menyebar lebih cepat di Malaysia dari Singapura karena tempat berkembang biak yang sangat besar," kata Amar Singh, Kepala Departemen Pediatrik di Rumah Sakit Raja Permaisuri Bainun di kota Malaysia.

 

Tidak ada vaksin atau pengobatan untuk Zika, yang merupakan sepupu dekat dari  dengue dan chikungunya dan menyebabkan demam ringan, ruam dan mata merah. Diperkirakan 80 persen orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala, sehingga sulit bagi wanita hamil untuk mengetahui apakah mereka telah terinfeksi.

 

WHO telah menyatakan wabah Zika sebagai keadaan darurat kesehatan internasional 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X