
hariansuara.com, Damaskus - Kementerian Luar Negeri Suriah pada hari Minggu menyerukan penyelidikan internasional atas "kejahatan" yang dilakukan koalisi pimpinan AS, menyusul serangan di Deir al-Zour.
Kementerian itu juga menyerukan untuk mengakhiri kehadiran pasukan AS yang agresif dan tidak sah di Suriah.
"Penggunaan senjata yang dilarang secara internasional terhadap rakyat Suriah merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia," kata kementerian dikutip kantor berita pemerintah SANA..
Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah koalisi pimpinan AS diduga menggunakan amunisi fosfor putih saat menargetkan kota Hajin, salah satu dari beberapa daerah yang dikuasai ISIS di pinggiran timur provinsi Deir al-Zour.
Kementerian itu mengatakan banyak orang tewas atau terluka dalam serangan itu. Pemerintah Suriah telah lama menyerukan untuk mengakhiri kehadiran koalisi pimpinan AS di Suriah.
Koalisi AS telah mendukung Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi dalam upaya mereka untuk mengalahkan ISIS di kota-kota di pedesaan timur Deir al-Zour. Pertempuran sulit karena militan ISIS mengambil beberapa taktik untuk mencegah SDF maju melalui ranjau darat dan pemboman bunuh diri.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU