
hariansuara.com, Kigali - Jumlah wanita di kabinet Rwanda mencapai 50 persen setelah perombakan kabinet yang dilakukan Presiden Paul Kagame.
Mereka telah ditugaskan untuk menjalankan peran kunci di kementerian perdagangan dan industri, kesehatan, TIK dan inovasi; pemuda; gender dan promosi keluarga, olahraga dan budaya, pelayanan publik dan tenaga kerja dan manajemen darurat.
"Jumlah wanita yang banyak dalam peran pengambilan keputusan menyebabkan penurunan diskriminasi gender dan kejahatan berbasis gender," kata Kagame.
Dia juga mengatakan pria harus memainkan peran penting dalam menegakkan hak-hak wanita.
Emma Marie Bugingo, sekretaris eksekutif organisasi asosiasi wanita, Pro-Femmes Twese Hamwe, mengatakan partisipasi perempuan dalam pembangunan Rwanda adalah contoh yang baik untuk menyanggah pepatah lama bahwa wanita tidak dapat memimpin.
"Rekor 50 persen perwakilan perempuan di kabinet adalah kemenangan bagi pemerintah Rwanda," katanya dilansir Xinhua, Jumat, (19/10).(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU