
hariansuara.com, Washington - Korea Utara mengoperasikan 13 pangkalan yang tidak diumumkan untuk menyembunyikan rudal-rudal berkemampuan mobile, kata studi yang dirilis pada hari Senin (12 November).
Walaupun Trump telah melakukan pertemuan puncak bulan Juni dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Para peneliti di Pusat Studi Strategis dan Internasional di Washington mengatakan telah menemukan 13 pangkalan operasi rudal yang belum dinyatakan oleh pemerintah.
"Ini tidak seperti pangkalan-pangkalan yang telah dibekukan," kata Victor Cha dari CSIS, kepada The New York Times.
Pangkalan yang tersebar di seluruh negeri ini terletak di bawah tanah di lembah gunung yang sempit. Pangkalan dirancang untuk memungkinkan peluncuran rudal secara mobile. Setiap rudal di pangkalan-pangkalan ini dapat membawa hulu ledak nuklir.
Pangkalan-pangkalan itu diatur di tiga sabuk di Korea Utara dengan rudal-rudal strategis jauh di dalam negeri. Rudal jarak menengah yang mampu menyerang Jepang dan semua Korea Selatan dilaporkan dikerahkan dalam sabuk operasional 55 hingga 100 mil (90-150 kilometer) di utara zona demiliterisasi. Basis untuk rudal jarak pendek masuk ke sabuk taktis 30 hingga 55 mil dari DMZ.
Para peneliti mengandalkan pencitraan satelit dan wawancara dengan pihak intelijen dan pejabat pemerintah untuk temuannya. Laporan ini juga termasuk profil dari satu pangkalan operasi rudal taktis yang jaraknya hanya 84 mil barat laut Seoul.
Citra tersebut memperlihatkan pintu masuk yang nyaris tidak terlihat ke tujuh fasilitas bawah tanah di pangkalan rudal Sakkanmol yang masing-masingnya dilindungi oleh artileri dan anti serangan udara dengan tanggul setinggi 60 kaki (18 meter) yang terbuat dari batu.
Pintu masuk ke fasilitas bawah tanah tersembunyi dari pandangan dalam citra satelit selama musim semi dan musim panas dan hanya terlihat selama musim gugur dan terlihat di musim dingin setelah hujan salju.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU