
Jakarta - Pasukan pemerintah Suriah dituduh menjatuhkan bom barel mengandung klorin dari helikopter di pinggiran kota Aleppo dan melukai 80 orang.
Relawan, dikutip BBC, Rabu, (7/9/2016), mengatakan serangan itu membuat orang menderita kesulitan bernapas setelah serangan di daerah Sukkari tersebut.
Laporan tidak bisa diverifikasi secara independen. Namun, penyelidikan yang dipimpin PBB menyimpulkan bulan lalu pemerintah menggunakan klorin setidaknya dua kali .
Tetapi Pemerintah Suriah selalu membantah menggunakan senjata kimia.
Pekerja sukarela dari The Syria Civil Defence mengatakan, telah mencapai tempat serangan Aleppo pada hari Selasa setelah sebuah helikopter menjatuhkan bom barel klorin
The Syria Civil Defence, sebuah organisasi yang beroperasi di daerah-daerah yang dikuasai pemberontak dan juga dikenal sebagai "White Helm", memposting video di halaman Facebook-nya menunjukkan anak-anak menggunakan masker oksigen untuk bernapas.
Klorin adalah bahan kimia industri tetapi penggunaannya dalam senjata dilarang oleh Konvensi Senjata Kimia. Jika konsentrasi tinggi bahan kimia tersebut masuk ke paru-paru bisa menyebabkan kematian.
Aktivis oposisi dan petugas medis menuduh pemerintah menggunakan klorin lain di Aleppo pada bulan Agustus. Rusia, sekutu pemerintah Suriah, menuduh pemberontak menembakkan peluru yang mengandung "gas beracun" di daerah yang dikuasai pemerintah di Aleppo.
Komisi Penyelidikan PBB dalam laporan ke- 12 menyebutkan, penghentian permusuhan atau gencatan senjata di bulan Februari telah mengizinkan beberapa kota untuk menerima pertolongan tapi itu hanya berlangsung beberapa minggu. Laporan itu juga menyebutkan 600.000 warga Suriah sekarang hidup di bawah pengepungan dan 300.000 terjebak di kota Aleppo.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU