
hariansuara.com, Jakarta - Zaman ketika masih kecil, anak-anak sebayanya pernah membully Iron Biby karena ukuran tubuh yang besar. Kini, Biby berjalan bangga di jalanan di Burkina Faso.
Pesaing untuk kompetisi Manusia Terkuat Dunia yang bisepsnya kekar 63 cm, mengenang sedikit masa lalunya.
"Saya selalu kelebihan berat badan dibandingkan dengan teman-teman dan saudara-saudara saya. Sangat jarang di sini, jadi orang-orang mengolok-olok saya," kata Biby, yang nama aslinya adalah Cheick Ahmed al-Hassan Sanou.
"Saya pun kurang percaya diri dan takut membuat keputusan."
Namun, pria 26 tahun yang punya bobot 180 kilogram dan tinggi 1,9 meter terkenal sebagai salah satu pria terkuat di dunia. Dan dia ingin menggunakan "kekuatannya" untuk membantu negara yang menjadi salah satu yang termiskin di dunia.
Terlahir Sudah Besar
Biby selalu besar bahkan ketika lahir di Burkina Faso pada tahun 1992. Bobot berat badan hampir lima kilogram! Sebagai seorang anak, dia mengatakan mencoba setiap olahraga tetapi berkecil hati karena ukuran tubuhnya.
"Impianku adalah menjadi atlet hebat, jadi saya bertahan dengan kondisi ini."
Dia pun terjun ke binaraga di 2009, ketika usia 17 tahun. Biby pindah ke Kanada untuk bergabung dengan kakak laki-lakinya dan menyelesaikan sekolah menengah.
"Orang-orang mengejek dan saya ingin mengubah tubuh saya, jadi saya mulai berlatih perlahan," katanya.
Ketika lemaknya berubah menjadi otot, dia dengan cepat mendapatkan perhatian di tempat olahraga setempat. Pada 2013, para amatir diundang ke kompetisi powerlifting pertamanya dan Biby berhasil memenangkannya.
Biby kemudian dengan cepat menjadi atlet kekuatan top 10 dan pesaing reguler untuk gelar "Manusia Terkuat di Dunia". Kompetisi ini menguji manusia kuat dalam berbagai adu kekuatan, termasuk menarik truk dengan tali dan mengangkat kayu di atas kepala.
Biby, penggemar favorit di acara itu, adalah juara dunia 2018 dalam kategori angkat kayu dan ia juga memenangkan kejuaraan roda dunia.
Prestasi paling membanggakan adalah masuk dalam Guinness Book of Records pada bulan September.
"Tesnya adalah mengangkat seseorang dengan berat sekitar 60 kilogram dalam satu menit," kata Biby. "Rekor yang sebelumnya adalah 45 repetisi. Saya pecahkan dengan 69 repetisi."
Balik ke Kota Kelahiran
Setelah menyelesaikan studinya di Kanada, Biby kembali ke kota asalnya, Bobo-Dioulasso. Ketika kembali setelah kompetisi internasional, Biby disambut di rumah seperti pahlawan penakluk, penggemarnya berkumpul di rumahnya untuk menyentuh lengan Biby yang besar dan swafoto.
Tetapi negara Afrika Barat yang miskin ini tidak memiliki semua peralatan yang dia butuhkan untuk pelatihan sehingga Biby membuat sendiri peralatan latihannya atau diimpor.
Biby berlatih empat sampai lima jam setiap hari dan memiliki area khusus di halaman rumahnya untuk menyeret truk.
Untuk menjaga berat badan, ia makan hingga delapan ekor ayam selama empat kali sehari. Dia pun mencari nafkah dengan memasuki kompetisi dan dari sponsor, dan sekarang memiliki rencana untuk beberapa proyek di Burkina Faso, termasuk membuat pusat olahraga di seluruh negeri untuk semua atlet.
Dia juga ingin meluncurkan lini suplemen makanan karena ada kekurangan protein di kotanya dan membuat federasi untuk sesama orang kuat Burkina.(*)
(Foto: Iron Biby / BBC)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU