
hariansuara.com, Jakarta - Musik reggae yang dipopulerkan Bob Marley pada Kamis (29 November) masuk daftar warisan budaya UNESCO.
UNESCO menambahkan reggae dalam koleksi warisan budaya tak benda yang dianggap layak perlindungan dan promosi.
"Ini adalah hari bersejarah. Kami sangat bahagia," kata Menteri Kebudayaan Jamaika, Olivia Grange.
"Ke mana pun Anda pergi dan mengatakan Anda berasal dari Jamaika, mereka menjawab Bob Marley,'" kata Grange yang menggarisbawahi pentingnya budaya Jamaika dan musiknya yang memiliki pesan satu cinta, kebersamaan dan kedamaian.
UNESCO mencatat reggae yang dimulai sebagai suara kaum terpinggirkan, sekarang dimainkan luas di masyarakat tak memandang jenis kelamin, kelompok etnis dan agama.

"Kontribusinya terhadap wacana internasional mengenai isu-isu ketidakadilan, perlawanan, cinta dan kemanusiaan menekankan dinamika elemen itu sebagai serebral, sosio-politik, sensual dan spiritual," kata UNESCO dalam sebuah pernyataan.
Reggae muncul pada akhir 1960-an yang berakar dari ska dan rocksteady Jamaika dan juga pengaruh dari jazz dan blues Amerika. Reggae dengan cepat populer di Amerika Serikat serta di Inggris, di mana banyak imigran Jamaika pindah di masa pasca Perang Dunia II.
Reggae dengan liriknya banyak membahas masalah sosial politik, penjara dan ketidaksetaraan. Reggae juga dikaitkan dengan Rastafarianisme, yang mendewakan mantan kaisar Ethiopia Haile Selassie.
Single tahun 1968, Do the Reggay, oleh Toots dan Maytals adalah lagu populer pertama yang menggunakan nama itu. Marley dan kelompoknya the Wailers kemudian melambung menjadi terkenal dengan hits klasik seperti No Woman, No Cry dan Stir It Up.
Peter Tosh, anggota dari Wailers, kemudian solo karir dengan hits termasuk Legalize It, sementara Desmond Dekker juga menikmati kesuksesan internasional dengan lagu Israelites. Toot dan Maytals menjadi terkenal dengan Pressure Drop dan Jimmy Cliff menjadi sensasi internasional dengan The Harder They Come.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU