.jpeg)
hariansuara.com, Jakarta - Dalam 12 hari terakhir, lebih dari 150 perempuan dan anak perempuan mengalami kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan, dekat Bentiu di Sudan Selatan. UNCEF pun dalam pernyataannya mengutuk keras kejahatan yang menjijikkan ini.
" Para penyerang telah digambarkan sebagai orang bersenjata, banyak yang berseragam. Kami menyerukan kepada pihak berwenang yang terkait untuk secara terbuka mengecam serangan dan memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan ini menghadapi keadilan. Semua pihak dalam konflik harus menjunjung tinggi kewajiban di bawah hukum humaniter internasional dan hentikan serangan terhadap warga sipil." kata UNICEF, Selasa, (3/12).

UNICEF mengatakan serangan itu mengingatkan kita bahwa pola luas kekerasan berbasis gender, termasuk kekerasan seksual, terus berlanjut di Sudan Selatan.
Pada paruh pertama tahun 2018, sekitar 2.300 orang kasus kekerasan berbasis gender dilaporkan dan sebagian besar dilakukan terhadap perempuan dan anak perempuan. Lebih dari 20 persen korban yang selamat adalah anak-anak. Jumlah kasus sebenarnya jauh lebih tinggi, karena kekerasan berbasis gender terus berlanjut tapi tidak dilaporkan.
"Pekerja kemanusiaan memberikan bantuan dan layanan penting menyelamatkan jiwa bagi para penyintas. Kami menyerukan kepada pihak berwenang memastikan perlindungan dan keselamatan warga sipil dan pekerja bantuan, untuk memastikan bahwa kejahatan seperti ini dapat dicegah."(*)
(Foto: Ilustrasi / Time Magazine)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU