
hariansuara.com, Jakarta - Cuitan CEO Twitter Jack Dorsey dikritik karena memuji Myanmar setelah berkunjung ke negara itu.
Dorsey memposting beberapa tweet pada Minggu (9 Desember) yang menampilkan foto-foto perjalanannya ke negara Asia Tenggara itu.
“Myanmar adalah negara yang benar-benar indah. Orang-orang penuh sukacita dan makanannya luar biasa. Saya mengunjungi kota Yangon, Mandalay, dan Bagan, ”tulisnya. “Kami mengunjungi dan bermeditasi di banyak biara di seluruh negeri.”

Myanmar sendiri telah menjadi sorotan internasional sejak Agustus tahun lalu setelah militernya bertindak keras terhadap etnis minoritas Rohingya di Rakhine. Kekerasan itu menyebabkan lebih dari 700.000 orang meninggalkan Myanmar.
Pengguna Twitter menilai tweet Dorsey "tidak bertanggung jawab" dengan beberapanya juga menganggap Dorsey lupa akan penderitaan Rohingya.
Tak hanya netizen, Dorsey juga dikecam keras oleh jurnalis.
Liam Stack dari New York Times mentweet, "CEO Twitter pergi berlibur ke negara yang melakukan genosida tahun lalu".

Michael Brice-Saddler dari Washington Post menulis,"... Dorsey gagal berbicara tentang tuduhan pembunuhan massal dan kejahatan perang yang dilakukan oleh militer negara itu tahun lalu".(*)
(Foto: Ilustrasi / Vox.com)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU