-Aerial-Jerusalem-Temple_Mount-Temple_Mount_(south_exposure).jpg)
hariansuara.com, Jakarta - Liga Arab yang bermarkas di Kairo mengutuk keputusan Australia yang mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel.
"Keputusan itu merupakan pelanggaran berbahaya terhadap status hukum internasional kota Yerusalem dan resolusi legitimasi yang relevan," kata Saeed Abu Ali, asisten sekretaris Liga Arab dalam sebuah pernyataan.
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengumumkan sebelumnya pada Sabtu pengakuan resmi negaranya atas Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel, di tengah penolakan serta kecaman Arab dan umat Muslim.
"Keputusan itu menunjukkan bias terang-terangan terhadap posisi dan kebijakan pendudukan Israel dan dorongan dari praktik dan agresi konstan," kata Abu Ali.
Namun, Morrison juga mengumumkan dukungannya untuk masa depan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, sekaligus meyakinkan kedutaan Australia akan tetap di Tel Aviv sampai status Yerusalem ditentukan dalam kesepakatan damai antara Israel dan Palestina.
Kebuntuan proses perdamaian antara Palestina dan Israel sebagian besar disebabkan status debatable Yerusalem, masalah pengungsi Palestina dan kebijakan ekspansi permukiman Israel. (*)
(Foto: Yerusalem / Wikipedia)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU