
hariansuara.com, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada Minggu (16 Desember) mengkritik langkah Australia yang mengakui Yerusalem Barat sebagai ibukota Israel.
Langkah Australia ini mengikuti keputusan Presiden AS Donald Trump yang memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem dari Tel Aviv pada Mei.
"Yerusalem harus tetap seperti sekarang dan bukan ibu kota Israel," kata Mahathir.
"Yerusalem selalu di bawah Palestina, jadi mengapa mereka mengambil inisiatif untuk membagi Yerusalem yang bukan milik mereka, mereka tidak memiliki hak," tambahnya.
Malaysia telah lama mendukung solusi dua negara dalam konflik Palestina-Israel.
Status Yerusalem menjadi salah satu hambatan terbesar bagi perjanjian damai antara Israel dan Palestina.
Israel menganggap semua Jerusalem sebagai ibukotanya, termasuk wilayah timur yang dianeksasi dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional, setelah perang enam hari 1967.(*)
(Foto: Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad / Channel News Asia)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU