Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Dari Jepang Sampai China Menentang Uji Coba Nuklir Korut

Internasional
09 Sep 2016
Dari Jepang Sampai China Menentang Uji Coba Nuklir Korut

 

Jakarta - Korea Utara mengatakan telah berhasil melakukan uji coba nuklirnya kelima. Pengumuman di media pemerintah datang  beberapa jam setelah peristiwa seismik terdeteksi di dekat lokasi uji nuklirnya.

 

Korea Selatan percaya itu adalah uji coba  terbesar yang pernah Korut lakukan yang akan menimbulkan kekhawatiran, negara itu telah membuat kemajuan nuklir yang signifikan.

 

Dilansir BBC, Jumat, (9/9/2016), Presiden Korea Selatan Park Geun-hye menyebut nya sebagai tindakan "penghancuran diri" yang menunjukkan "kecerobohan gila" dari pemimpin Kim Jong-un.  AS pun memperingatkan  tindakan Korut sebagai  memiliki konsekuensi serius.

 

Kementerian luar negeri China mengatakan Beijing dengan  tegas menentang uji coba tersebut dan mendesak Korea Utara untuk menghindari tindakan lebih lanjut yang akan memperburuk situasi.

 

Korut mengatakan tes ini merupakan pengembangan hulu ledak nuklir dan sekarang mampu dipasang pada roket balistik. Perkiraan hasil ledakan ledakan terbaru ini bervariasi. Militer Korea Selatan mengatakan sekitar 10 kilo ton, cukup untuk membuatnya sebagai uji coba nuklir terkuat yang pernah Korut lakukan.

 

Ahli lain mengatakan indikasi awal menunjukkan 20 kilo ton atau lebih, lebih besar dibandingkan dengan  Bom yang dijatuhkan oleh AS di Hiroshima pada tahun 1945 yang memiliki hasil sekitar 15 kilo ton.

 

Presiden Korsel mengatakan,  kata uji coba ini  adalah "tantangan serius" kepada masyarakat internasional bahwa Korut akan  mendapatkan lebih banyak sanksi dan isolasi.

 

"Provokasi semacam itu akan lebih mempercepat jalan untuk penghancuran diri," katanya.

 

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan negaranya benar-benar tidak bisa memaafkannya dan akan "protes tegas" ke Pyongyang.

 

"Pengembangan nuklir Korea Utara menjadi ancaman juga untuk keselamatan Jepang dan dampaknya pada perdamaian dan keamanan kawasan dan masyarakat internasional," katanya.

 

Sementara itu, Yukiya Amano, Kepala Badan Energi Atom Internasional, mengatakan tes itu melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB dan Ini merupakan tindakan sangat mengganggu dan disesalkan.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X