
hariansuara.com, Jakarta - Nuklir Rusia berada di depan dibanding AS sekitar 10 hingga 15 tahun, kata Yury Solomonov, perancang umum Institut Teknologi Termal Moskow (MITT), Kamis.
"Mereka (AS) tidak akan dapat mengejar ide-ide yang telah kami terapkan dengan cepat, meskipun tidak sulit di dunia modern untuk mengimplementasikannya dan memulai produksi," kata Solomonov dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Argumenty Nedeli.
"Ini tidak berarti bahwa AS tidak akan dapat melakukan hal yang sama. Tetapi jika mereka mulai melakukannya sekarang, mereka akan dapat mengejar ketinggalannya," katanya.
MITT adalah perancang rudal balistik antarbenua (ICBM) Rusia Yars, Topol, dan Bulava.
Solomonov mengatakan potensi nuklir AS tetap sangat kuat, tetapi sistem modernisasi senjatanya secara fundamental berbeda dari Rusia. Misalnya, ICBM Minuteman AS yang dibuat pada 1960-an belum diganti dengan yang baru tetapi ditingkatkan untuk memperpanjang umurnya hingga 2030.
"Rusia bagaimanapun telah menciptakan generasi baru nuklir strategis darat dan laut dengan biaya minimal," katanya.
Berbicara tentang sistem pertahanan rudal balistik AS yang sedang dikerahkan di Alaska dan Eropa, Solomonov mengatakan bahwa Rusia tidak perlu takut akan hal itu karena tingkat efisiensinya sangat rendah. (*)
(Foto: Ilustrasi / Istimewa)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU