Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Perjuangan Penari Hip-hop Yaman Agar Diterima di Negerinya Sendiri

Internasional
03 Jan 2019
Perjuangan  Penari Hip-hop Yaman Agar Diterima di Negerinya Sendiri

hariansuara.com, Jakarta -  Lima penari hip-hop asal Yaman mengira masalahnya berakhir ketika militan ISIS yang melarang mereka tampil dikalahkan hampir tiga tahun lalu oleh pasukan yang didukung oleh Uni Emirat Arab.

Tetapi bulan lalu pasukan keamanan Yaman menahan lima anggota penari Hip Hop WaxOn, merusak peralatan dan melepaskannya setelah menandatangani dokumen yang mengatakan mereka akan berhenti menari hip-hop di depan umum.

"Polisi mengatakan kami telah melakukan dosa," kata salah satu anggota Hip Hop, Salman Basuad.

Anggota band lainnya, Mohammed Al Ameeri, mengatakan, "Para petugas sangat kejam. Mereka memperlakukan kami seolah-olah kami adalah teroris."

Leader Hip Hop Dancer WaxOn, Mohammed Basaud berujar larangan itu mengingatkannya pada era Al Qaeda ketika mereka juga dilarang tampil di depan umum.

Al Qaeda pernah menguasai kota pelabuhan selatan Mukalla pada 2015-16 sebelum dikalahkan oleh pasukan yang didukung oleh koalisi yang dipimpin Saudi.

Sejak dikalahkan, Mukalla sebagian besarnya dalam kondisi damai dibandingkan dengan wilayah Yaman lainnya yang telah dihancurkan oleh  pertempuran antara koalisi yang dipimpin Saudi dan Houthis yang selaras dengan Iran.

WaxOn yang dibentuk pada tahun 2014 melanjutkan penampilan publiknya pada tahun 2016 dan menari di pesta kelulusan, ulang tahun dan acara lainnya.

Warga Yaman pun suka datang ke alun-alun Mukalla untuk menyaksikan mereka secara gratis.

Bahkan kata Basaud, penduduk Mukalla menerima WaxOn dan menawarkan mereka uang untuk tampil. WaxOn terkadang meraup 40.000 real Yaman (160 dollar AS) untuk penampilan selama 10 menit.

 Basaud menyayangkan pasukan keamanan pilih kasih. Polisi tidak menindak penari lain yang melakukan tarian tradisional Yaman di lapangan.

"Kami hanya ingin pasukan keamanan menerima kami .. Peralatan kami dan mengembalikan barang-barang yang rusak dan hilang.”(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X