Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Huawei Pecat Karyawan yang Ditangkap di Polandia dengan Tuduhan Mata-mata

Internasional
13 Jan 2019
Huawei Pecat Karyawan yang Ditangkap di Polandia dengan Tuduhan Mata-mata

hariansuara.com, Jakarta - Huawei mengatakan pihaknya telah memecat karyawan bernama Wang Weijing yang ditangkap di Polandia atas tuduhan mata-mata.

"Sesuai dengan syarat dan ketentuan kontrak kerja Huawei, kami telah membuat keputusan ini karena insiden tersebut telah membuat nama Huawei menjadi jelek," kata Huawei dalam sebuah pernyataan.

"Huawei mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku di negara tempat ia beroperasi, dan kami mewajibkan setiap karyawan untuk mematuhi hukum dan peraturan di negara tempat mereka tinggal,"tambahnya.

Profil LinkedIn  Wang menunjukkan bahwa ia telah bekerja di divisi Polandia Huawei sejak 2011 dan sebelumnya menjabat sebagai atase untuk Konsul Jenderal China di Gdansk dari 2006-2011. 

Kementerian Luar Negeri China telah menyatakan keprihatinannya atas kasus ini dan mendesak Polandia untuk menangani kasus ini dengan adil.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu,  juru bicara kedutaan besar China di Polandia mengatakan kedutaan telah bertemu dengan Kementerian Luar Negeri Polandia atas penahanan seorang warga negara Tiongkok dan telah meminta agar pihak China diberi pengarahan tentang masalah ini dan kunjungan konsuler yang diatur secepatnya.

"Kedutaan besar akan sepenuhnya melindungi hak dan kepentingan warga negara Tiongkok yang sah," kata juru bicara itu.

Huawei menghadapi pengawasan ketat di Barat atas hubungannya dengan pemerintah China dan tuduhan yang dipimpin AS bahwa perangkatnya dapat digunakan oleh Beijing untuk memata-matai.

Namun Huawei berulang kali membantah tuduhan itu, tetapi beberapa negara Barat telah membatasi akses Huawei ke pasar mereka.

Pada bulan Agustus, Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang yang melarang pemerintah AS untuk menggunakan peralatan Huawei dan sedang mempertimbangkan perintah eksekutif yang juga akan melarang perusahaan-perusahaan AS untuk melakukannya.

Sementara itu, Menteri Urusan Dalam Negeri Polandia, Joachim Brudzinski, menyerukan agar Uni Eropa dan NATO untuk bekerja bersama mengenai apakah akan mengeluarkan Huawei dari pasar mereka setelah penangkapan karyawan China dan mantan pejabat keamanan Polandia pada hari Jumat.

Kedua pria itu telah mendengar dakwaan dan dapat ditahan selama tiga bulan.

Brudzinski mengatakan  Polandia ingin terus bekerja sama dengan China, tetapi diperlukan diskusi apakah akan mengeluarkan Huawei dari pasar atau tidak.

"Ada kekhawatiran tentang Huawei di dalam NATO juga. Masuk akal untuk memiliki sikap bersama, di antara negara-negara anggota UE dan anggota NATO," katanya kepada penyiar RMF FM.

"Kami ingin hubungan dengan China yang baik, intensif dan menarik bagi kedua belah pihak," tambahnya.(*)

(Foto: Huawei / Channel News Asia)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X