
hariansuara.com, Jakarta - Polandia mempertimbangkan pelarangan penggunaan produk Huawei oleh badan publik setelah penangkapan karyawan Huawei asal China di negara Eropa timur pekan lalu.
Pemerintah Polandia juga berupaya memperketat undang-undang untuk memungkinkan pihak berwenang membatasi ketersediaan produk yang dibuat oleh perusahaan mana pun yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan.
Polandia menangkap karyawan China dari Huawei dan mantan pejabat keamanan Polandia atas tuduhan mata-mata.
Pejabat pemerintah yang bertanggung jawab atas keamanan dunia maya mengatakan penggunaan produk Huawei oleh entitas negara dapat ditinjau. "Kami akan menganalisis apakah ... keputusan kami dapat mencakup diakhirinya penggunaanproduk Huawei," kata Karol Okonski.
"Kami tidak memiliki sarana hukum untuk memaksa perusahaan swasta atau warga negara untuk berhenti menggunakan produk perusahaan IT apa pun. Tidak dapat disangkal bahwa kami akan mempertimbangkan perubahan legislatif yang akan memungkinkan langkah pembatasan," tambahnya.
Huawei menghadapi pengawasan ketat di Barat atas hubungannya dengan pemerintah China dan tuduhan yang dipimpin AS bahwa perangkatnya dapat digunakan oleh Beijing untuk memata-matai.
Huawei telah berulang kali membantah tuduhan itu, tetapi beberapa negara Barat telah membatasi akses Huawei ke pasar mereka.
Menteri Urusan Dalam Negeri Polandia, Joachim Brudzinski, meminta Uni Eropa dan NATO untuk bekerja pada posisi bersama mengenai apakah akan mengeluarkan Huawei dari pasar mereka.
"Kami sedang memeriksa kesiapan negara-negara (UE dan NATO) untuk bekerja pada posisi bersama," kata Okonski.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU