
hariansuara.com, Jakarta - Pendiri Huawei Ren Zhengfei pada Selasa (15 Januari) membantah perusahaannya digunakan oleh pemerintah China untuk memata-matai negara lain.
Huawei tidak pernah menerima permintaan dari pemerintah mana pun untuk memberikan informasi yang tidak patut.
"Saya masih mencintai negara saya, saya mendukung partai di negara ini dan saya tidak akan pernah melakukan apa pun untuk menyakiti negara mana pun di dunia," katanya dikutip Channel News Asia, Selasa, (15/1/2019).
Huawei, produsen peralatan telekomunikasi terbesar di dunia, menghadapi pengawasan ketat di Barat atas hubungannya dengan pemerintah China dan tuduhan yang dipimpin AS bahwa perangkatnya dapat digunakan oleh Beijing untuk memata-matai.
Huawei berulang kali membantah tuduhan itu, tetapi beberapa negara Barat telah membatasi akses Huawei ke pasar mereka.
Polandia mengatakan minggu ini dapat mempertimbangkan pelarangan penggunaan produk Huawei oleh badan publik, setelah menangkap seorang pejabat Huawei China di Polandia.
Ren menepis kekhawatiran mengenai keamanan peralatan Huawei dengan mengatakan tidak ada undang-undang di China yang mengharuskan perusahaan memasang "pintu belakang" yang dapat digunakan untuk memata-matai dan menambahkan perusahaan itu tidak memiliki persoalan keamanan serius di perangkatnya.(*)
(Foto: Huawei / ABC.net.au)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU