
Jakarta - Pentagon mengatakan serangan udara yang dilancarkan negeri Paman Sam tersebut telah menewaskan Abu Muhammad al-Adnani, yang mana hal ini bertentangan dengan klaim Rusia yang telah membunuh militan tersebut.
Seperti diwartakan sebelumnya, pada akhir Agustus ISIS mengatakan Adnani telah tewas di provinsi Aleppo. Rusia lalu mengklaim setelah AS mengakui menargetkan Adnani tapi tidak mengkonfirmasikan kematiannya.
"Serangan itu didekat al Bab, Suriah. Adnani adalah perekrut ISIS dan arsitek operasi teroris eksternal," kata sekretaris pers Pentagon Peter Cook, dilansir BBC, Selasa, (13/9/2016).
"Ini adalah salah satu serangkaian serangan yang berhasil terhadap para pemimpin ISIS, termasuk mereka yang bertanggung jawab atas keuangan dan perencanaan militer. Ini membuat lebih sulit ISIS untuk beroperasi."
Peter Cook menambahkan, serangan udara itu dilakukan oleh pesawat tak berawak yang menembakkan rudal ke mobil Adnani. Tidak jelas mengapa hampir dua minggu AS baru mengkonfirmasi kematian Adnani ini.
Rusia sebelumnya mengatakan Adnani adalah salah satu dari 40 militan tewas setelah Su-34 bomber melakukan serangan di desa Umm Hawsh, utara Aleppo. Pejabat Pentagon menolak klaim ini menyebutkan sebagai "lelucon".
Adnani yang juga juru bicara ISIS merupakan salah satu anggota pendiri kelompok itu. Adnani lahir Taha Sobhi Falaha di kota Suriah utara Banash pada tahun 1977. Pada bulan Juni 2014, ia secara resmi menyatakan pembentukan kekhalifahan ISIS membentang di bagian Suriah dan Irak di bawah kepemimpinan Abu Bakr al-Baghdadi.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU