
hariansuara.com, Jakarta - Sebuah startup Rusia belum lama mengungkapkan rencana untuk menempatkan billboard di ruang angkasa, yang dapat menjangkau 7 miliar penonton potensial di muka bumi.
Papan reklame ruang angkasa akan terdiri dari satelit kecil yang masing-masing dilengkapi dengan layar reflektif berdiameter sekitar 9,15 meter.
"Billboard berbentuk kubus ini akan mengorbit pada ketinggian sekitar 400 km, dan memantulkan sinar matahari untuk membentuk kata-kata bercahaya atau logo yang terlihat dari bumi," kata StartRocket.
CEO StartRocket Vladilen Sitnikov membandingkan proyek ini dengan proyek Elon Musk dan Peter Beck.
"Setelah keberhasilan SpaceX, saya berasumsi bahwa semuanya mungkin. Pada Januari 2018, ketika perusahaan ruang angkasa Amerika Rocket Lab meluncurkan 'bola disko' ke ruang angkasa, saya juga memutuskan untuk mencoba," katanya.
Menurut Sitnikov, billboard itu akan terlihat ke semua penghuni planet ini. Papan reklame ruang angkasa akan tetap berada di orbit selama satu tahun sebelum terbakar di atmosfer.
Terlepas dari rencana ambisius perusahaan untuk menguji peluncuran satelit pada Januari 2021, beberapa ahli mengkritik proyek tersebut.
"Menempatkan lebih banyak satelit di sana akan menyebabkan lebih banyak peluang untuk tabrakan, dan kami tidak ingin itu terjadi," John Crassidis, profesor teknik mesin dan kedirgantaraan di Universitas di Buffalo. "Masalah terbesar adalah bahwa benda-benda ini akan menjadi sampah antariksa."(*)
(Foto: Ilustrasi / Istimewa)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU