
hariansuara.com, Jakarta - Dari film bisu hitam-putih hingga film box office yang penuh dengan nyanyian dan tarian hadir dalam sebuah museum di India.
Dengan biaya 1,4 miliar rupee (US $ 19,6 juta), museum film nasional pertama India ini menempati bungalow abad ke-19 di Mumbai selatan.
"Museum ini menunjukkan kepada dunia luar apa yang telah dicapai oleh sinema India selama lebih dari 100 tahun," Amrit Gangar, kurator konsultasi pada proyek tersebut.
National Museum of Indian Cinema (NMIC) yang didanai pemerintah menawarkan tumpukan memorabilia, rekaman dan alat pembuatan film serta layar sentuh interaktif di mana pengunjung dapat menonton klip dari film.
Pengunjung dapat mempelajari tentang film panjang pertama India, Raja Harishchandra yang disutradarai Dadasaheb Phalke tahun 1913, dan mendengarkan rekaman K L Saigal, yang dianggap sebagai superstar pertama sinema berbahasa Hindi.
Mereka juga dapat melihat poster film yang dilukis dengan tangan, termasuk untuk film hit tahun 1955 karya sutradara Satyajit Ray Satyajit Ray.
"Museum ini membawa pengunjung ke dalam perjalanan sinema India, dari film bisu ke era studio," kata Prashant Pathrabe, Direktur Jenderal Departemen Film Pemerintah India.
Selain film Bollywood, museum ini juga menampilkan film-film yang dibuat diberbagai daerah dan bahasa di seluruh India.
Museum ini juga mempertunjukkan replika Mutoscope, kamera yang digunakan oleh Lumiere Brothers, dan Praxinoscope, alat animasi silinder berputar yang ditemukan di Perancis pada tahun 1870-an.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU