Jakarta – Terbangnya pesawat pembom Amerika Serikat B1 di Korea Selatan, Korea Utara menganggap itu hanya gertak sambal saja. "Mereka menggertak bahwa B-1Bs cukup untuk memerangi perang nuklir habis-habisan," kata sebuah pernyataan dari Pyongyang Central News Agency Korea dilansir CNN, Rabu, (14/9/2016).
Dua pembom AS bergabung dengan jet tempur Korea Selatan terbang di atas Osan Air Base Selatan Seoul pada hari Selasa lalu untuk menunjukkan kemarahan dengan uji coba senjata nuklir Korea Utara empat hari sebelumnya.
Uji coba nuklir pada Jumat minggu kemarin meningkatkan kekhawatiran bagi sekutu AS di wilayah tersebut dan juga menimbulkan ancaman bagi pangkalan militer AS di Korea Selatan, Jepang dan Guam.
Komandan AS di Korea Selatan, Jenderal Vincent K. Brooks, menyebut uji coba nuklir Korut sebagai eskalasi berbahaya dan ancaman yang tidak dapat diterima.
Seorang pejabat intelijen AS mengatakan, Korea Utara adalah satu-satunya negara di dunia yang mengancam orang lain dengan serangan nuklir, dan bahwa Pyongyang tidak menunjukkan tanda-tanda untuk mundur dalam mengembangkan program nuklirnya.
Korea Utara membantah AS yang mengobarkan ketegangan. "Imperialis AS terus membiarkan pembom strategis nuklir mereka terbang di atas Korea Selatan," kata pernyataan KCNA. Militer Korea Utara pun siap untuk menghentikan langkah AS dan mengatakan, "Mereka lebih baik menghentikan tindakan mereka," kata pernyataan itu.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU