
hariansuara.com, Jakarta - Seekor gajah Asia yang diyakini sebagai yang tertua hidup di penangkaran ditemukan mati di usia 88 tahun di negara bagian Kerala, India Selatan, Kamis (7 Februari).
Diberi gelar "Gaja Muthassi" (nenek moyang gajah), Dakshayani, demikian ia disapa, mengambil bagian dalam ritual dan prosesi kuil selama beberapa dekade. Dakshayani menghembuskan nafas terakhir pada Selasa setelah enggan makan.
"Pada pukul 3 sore, tiba-tiba dia menggigil. Setelah beberapa menit dia menekuk kaki depannya, berbaring dan mati," kata dokter bedah hewan, T Rajeev.
Sebelum mati, nanas dan wortel yang menjadi menjadi menu diet Dakshayani beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan fungsi metabolismenya setelah ia mulai mengalami kesulitan bergerak akibat penglihatan yang menurun.
"Selama tiga tahun terakhir Daksyani tidak ambil bagian dalam program kuil atau fungsi publik apa pun," kata Rajeev. "Dan beberapa bulan yang lalu, kami bahkan memindahkannya ke tempat yang lebih baik di sebuah peternakan gajah di Thiruvananthapuram."
Sebelumnya, Guinness World Records mencatat gajah tertua di penangkaran berusia 86 tahun bernama Lin Wang. Gajah Asia ini mati pada 2003 lalu di kebun binatang Taiwan.
Secara global, menurut pakar margasatwa, ada sekitar 15.000 gajah Asia atau hampir satu dari tiga hidup di penangkaran. India sendiri memiliki 2.454 gajah di penangkaran, menurut survei yang dirilis bulan lalu. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU