
Jakarta - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry akan bertemu dengan Jepang dan Korea Selatan di New York pada Minggu untuk membahas tanggapan terhadap uji coba nuklir terbaru Korea Utara.
Ketiga negara tersebut mendorong dijatuhkannya sanksi baru Dewan Keamanan UN kepada Korea Utara setelah negara tersebut pada Jumat melakukan uji coba nuklir yang kelimanya.
Dikutip dari kantor berita Reuters, Rabu, (14/9/2016), Korea Selatan mengatakan Menteri Luar Negeri Yun Byung beserta John Kerry dan Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida akan bertemu dalam Sidang Umum U.N. tahunan untuk membahas Korea Utara.
Amerika Serikat ingin China berbuat lebih banyak. Menteri Pertahanan AS Ash Carter minggu lalu mengatakan China harus bermain dalam mengendalikan tetangganya (Korut – red).
Korea Utara telah menguji senjata nuklir dan rudal balistik pada tingkat belum pernah terjadi sebelumnya tahun ini di bawah pemimpin muda Korut, Kim Jong Un.
China penting dalam hal diplomatik dan mitra perdagangan dengan Korea Utara. Surat kabar harian Rakyat Beijing pada Rabu menyebut, Amerika Serikat tidak memiliki hak untuk “mengkuliahi” China tentang tanggung jawab sikapnya terhadap Korea Utara.
Dalam sebuah komentar, pejabat Partai Komunis yang berkuasa mengatakan Amerika Serikat telah berpura-pura tidak ada hubungannya dengan masalah Korea Utara dan menyalahkan orang lain. "Orang-orang memiliki alasan untuk meragukan apakah Washington bersedia melakukan upaya untuk mendorong isu Korea Utara ke arah resolusi," kata surat kabar itu.
China dan Rusia telah didorong untuk memulai kembali perundingan enam pihak tentang denuklirisasi di Korea Utara. Pembicaraan yang juga melibatkan Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat telah dimulai sejak 2008.
Washington mengatakan pihaknya bersedia untuk bernegosiasi dengan Korea Utara jika negara tersebut berkomitmen untuk melakukan denuklirisasi, Pyongyang menolak untuk melakukannya.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan mencari bantuan Kuba dalam menanggapi program nuklir dan rudal Korea Utara selama kunjungannya ke Havana pekan depan, kata seorang juru bicara. (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU