
Jakarta - Sebuah survei yang dirilis pada hari Rabu kemarin oleh Morning Consult menyebutkan setengah dari pemilih terdaftar percaya bahwa Hillary Clinton memberi informasi palsu tentang kesehatannya kepada masyarakat.
Melansir Xinhua, Kamis, (15/9/2016), survey yang dilakukan dari tanggal 12 - 13 September ini menunjukkan hanya 29 persen pemilih berpikir Clinton telah memberikan informasi yang akurat tentang kesehatan pribadinya ke publik, sementara 50 persen berpikir sebaliknya.
“Pemilih yang mengatakan kesehatan Clinton di bawah rata-rata meningkat dari 26 persen pada Agustus menjadi 41 persen sekarang, “ kata survei tersebut.
Sedangkan 40 persen mengatakan masalah kesehatan Clinton akan berpengaruh negatif pada kemampuannya sebagai presiden. Dan untuk Donald Trump, survey menyebutkan sebesar 36 persen mengatakan kesehatannya di atas rata-rata atau sangat baik, dibandingkan dengan 33 persen pada akhir Agustus.
Jejak pendapat ini terkait dengan insiden yang menerpa Clinton pada hari Minggu lalu yang tiba-tiba meninggalkan peringatan 9/11 di New York. Awalnya dijelaskan bahwa Clinton sakit karena terlalu panas atau dehidrasi. Namun, sebuah video menunjukkan Clinton tampaknya sakit dan berjuang untuk menenangkan diri dengan dibantu oleh dua agen Secret Service dalam van-nya. Sekitar 90 menit, Clinton muncul dan melambaikan tangan kepada penonton.
Hampir lima jam setelah video dirilis, Juru kampanye Clinton mengeluarkan pernyataan dari dokter Clinton bahwa capres dari Partai Demokrat ini telah didiagnosis pneumonia. Juru Kampanye Clinton tidak mengungkapkan diagnosis sampai pada hari Minggu.
Sementara itu Partai Republik menggunakan rekam medis Clinton untuk menyerangnya, bahkan mengkritik kampanye Clinton karena kurangnya transparansi.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU