hariansuara.com, Jakarta - Amerika Serikat kandangkan semua pesawat Boeing 737 Max 8 dan 9 . AS menjadi negara besar terakhir yang melakukannya setelah dua kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 dalam beberapa bulan terakhir.
"Semua pesawat digrounded, segera berlaku," kata Donald Trump. "Keselamatan rakyat Amerika adalah perhatian utama kami," tambah Trump.
Federal Aviation Administration (FAA) menindaklanjuti pernyataan Trump dengan memerintahkan untuk menangguhkan sementara pesawat Boeing 737 Max yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan AS atau di wilayah AS.
"Penangguhan akan tetap berlaku sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan informasi dari perekam data pesawat dan perekam suara kokpit," kata pernyataan FAA.
Pengumuman FAA ini dibuat beberapa jam setelah Kanada mengumumkan akan menarik pesawat Boeing 737 Max dari langit.
Southwest Airlines, operator utama pesawat Boeing 737 Max di Amerika Serikat, mengatakan akan segera mematuhi persyaratan terbaru FAA dengan mengeluarkan 34 Max 8 pesawatnya dari layanan.
Sebelum pengumuman ini, Southwest Airlines telah melakukan pertukaran tiket gratis untuk penumpang yang telah memesan penerbangan yang dilakukan oleh Boeing 737 Max 8.
Senator Demokrat AS Richard Blumenthal mengatakan FAA mengambil langkah yang tepat tetapi terlambat, merujuk pada fakta Amerika Serikat adalah negara besar terakhir yang menghentikan operasi terbang pesawat model ini, meskipun telah berulang kali diperingati oleh anggota parlemen AS, pakar, dan masyarakat dalam beberapa hari terakhir agar FAA memprioritaskan keselamatan.
"Langkah ini benar, tetapi terlambat. Bangsa kita harus memimpin, tidak ketinggalan, dalam keselamatan udara. Pengawasan yang kuat dan segera diperlukan," kata Blumenthal.
Seperti diketahui Pesawat Boeing 737 Max 8 Ethiopian Airlines dalam perjalanan dari Addis Ababa ke Nairobi, Kenya jatuh pada hari Minggu dan menewaskan 157 penumpang di dalamnya.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU