Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Pelaku Teror Keji di Selandia Baru Gunakan Senjata yang Dimodifikasi

Internasional
16 Mar 2019
Pelaku Teror Keji di Selandia Baru Gunakan Senjata yang Dimodifikasi

hariansuara.com, Jakarta - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan pada Sabtu bahwa tersangka serangan mematikan di masjid menggunakan senjata semi-otomatis yang dimodifikasi.

Ardern mengatakan  masih ada 39 orang di rumah sakit, dimana 11 di antaranya dalam kondisi kritis. 

Perdana menteri menambahkan dua perwira polisi yang menangkap Brenton Tarrant, pria Australia berusia 28 tahun, pantas mendapatkan pujian karena keberaniannya. Tarrant didakwa dengan pembunuhan dan muncul di pengadilan sebentar pada Sabtu pagi.

Serangan teroris keji itu menewaskan 49 orang dan 48 lainnya luka-luka di dua masjid Christchurch. Tarrant ditangkap bersama dengan dua pria Australia lainnya.

Sebelumnya pada hari itu, Ardern mengatakan undang-undang senjata negara itu akan diubah. "Undang-undang senjata kita akan diubah," kata Ardern yang mencatat bahwa para pembunuh itu memiliki lisensi senjata yang sah.

Lima senjata ditemukan, dua di antaranya adalah senjata semi-otomatis. Senjata api lain juga diamankan oleh polisi setelah serangan pada hari Jumat.

Komisaris Polisi Mike Bush mengatakan prioritas utamanya adalah keselamatan publik di Selandia Baru dan mendukung para korban dan staf. "Penyelidikan terhadap kegagalan intelijen juga merupakan prioritas," kata Bush.

Bush mengakui keberanian masyarakat, petugas polisi, dan responden darurat. Dia mengatakan penangkapan membutuhkan waktu 36 menit dari panggilan darurat pertama.

Sementara itu, Walikota Christchurch Lianne Dalziel menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka dan orang-orang yang terkena dampak serangan itu.

"Pikiran kami ditujukan kepada para korban dan keluarga mereka dan semua orang yang terpengaruh," kata Dalziel.  "Serangan terhadap komunitas Muslin adalah serangan terhadap kami, di Christchurch dan Selandia Baru," kata Dalziel.

Dia percaya bahwa orang-orang Christchurch akan melalui ini bersama dengan menjaga satu sama lain di banyak komunitas yang beragam di kotanya. "Kita perlu memastikan bahwa semua orang merasa aman, semua orang merasa disambut dan semua orang merasa menjadi bagian dari kota."(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X