
hariansuara.com, Jakarta - Biro Penyelidikan dan Analisis Keselamatan Penerbangan Sipil Perancis (BEA) yang sedang menyelidiki kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines Boeing 737 MAX mengumumkan bahwa pihaknya menemukan adanya kesamaan antara pesawat Ethiopian Airlines dan penerbangan Lion Air Indonesia yang jatuh ke laut pada Oktober tahun lalu.
"Selama proses verifikasi data FDR (Perekam Data Penerbangan) adanya kesamaan yang jelas dicatat oleh tim investigasi antara Ethiopian Airlines Penerbangan 302 dan Lion Air Flight 610, yang akan menjadi subjek penelitian lebih lanjut selama penyelidikan," kata BEA dalam sebuah pernyataan.
Biro Prancis mengatakan data yang berhasil diunduh dari kotak hitam pesawat Ethiopia dipindahkan ke Biro Investigasi Kecelakaan Ethiopia.
"BEA akan merilis laporan pendahuluan dalam 30 hari," kata BEA.
Seperti diketahui pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh Ethiopian Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas dari Addis Ababa pada 10 Maret dan menewaskan semua penumpangnya yang berjumlah 157 orang.
Kecelakaan itu adalah kecelakaan kedua dalam lima bulan yang melibatkan model Boeing 737 MAX. Pada Oktober 2018, Lion Air dengan model yang sama jatuh di Indonesia dan menewaskan 189 orang.
Menunggu hasil akhir penyelidikan terhadap kecelakaan Ethiopian Airlines, Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGAC) Perancis telah melarang pesawat Boeing 737 MAX dari wilayah udara negara itu sebagai tindakan pencegahan.(*)
(Foto: Ilustrasi / Istimewa)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU