
hariansuara.com, Islamabad -- Duta Besar RI untuk Islamabad, Iwan Suyudhie Amri, membawa potential buyer/distributor Pakistan, Mr. Rehman Aziz Khan, dari perusahaan Vertex Import & Export Group ke perkebunan dan pabrik pengolahan nanas kalengan PT Great Giant Pineapple (GGP) di Lampung, Indonesia.
"Langkah tersebut dilakukan dalam upaya terus-menerus mendiversifikasi ekspor Indonesia ke pasar Pakistan yang selama ini masih didominasi oleh produk kelapa sawit," tutur Dubes Iwan.

Dengan jumlah penduduk sekitar 210 juta jiwa, Pakistan pasar yang penting dan potensial untuk komoditi nanas. Masyarakatnya cukup meminati buah ini, baik dikonsumsi segar maupun sudah dalam kalengan. Namun, nanas buah tropikal, jadi tak tumbuh di sana. Selama ini Pakistan mengimpor nanas dari Thailand, Filipina, dan Malaysia.
"Dengan menghadirkan potential distributor dan melihat langsung, serta memerhatikan struktur harga di pasaran, akan terwujud jalinan kerja sama antarpengusaha kedua negara secara lebih signifikan," sambung Dubes Iwan.
Mr. Rehman sendiri mengaku senang dapat berkunjung ke Indonesia dan berkesempatan meninjau langsung lokasi pembuatan nanas kalengan di Lampung. "Saya bersyukur dikenalkan oleh KBRI Islamabad produsen produk nanas kalengan, selain juga produk minuman sejenis yang diproduksi Indonesia," ujarnya.

Dilanjutkan Mr Rehman lagi, betapa ia kagum dengan kemajuan Indonesia di segala bidang, khususnya industri pengolahan minuman dan buah kalengan. "Sebelum ini untuk referensi produk minuman saya hanya mengenal Thailand, Malaysia, Filipina, dan Turki. Ternyata Indonesia sungguh luar biasa maju."
Dengan total luas lahan perkebunan sebesar 34.000 meter persegi, GGP telah memperoleh berbagai sertifikat pengakuan baik nasional maupun internasional, termasuk sertifikasi halal dari MUI. GGP juga telah mengekspor produk nanas kalengan ke lebih dari 50 negara sahabat baik di Amerika, Eropa, Australia, Asia, dan Afrika. Diharapkan tidak lama lagi juga dapat memasuki pasar Pakistan.

"Untuk tahap awal, saya akan mengimpor nanas kalengan sebanyak tiga kontainer per bulan," tutup Rehman.
Sementara itu jajaran pimpinan GGP juga mengapresiasi inisiasi yang dilakukan KBRI Islamabad dengan membawa potential buyer/distributor Pakistan ke pabrik langsung guna melihat proses pengolahan buah nanas kalengan hingga siap ekspor. Inilah upaya KBRI mendiversifikasi komoditi yang diekspor dari Indonesia ke pasar Pakistan di luar kelapa sawit (*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU