
Jakarta – Pihak berwenang sedang mempelajari kemungkinan kaitan antara bom yang meledak di New York City dan New Jersey selama akhir pekan, meskipun belum ada bukti keterlibatan dari kelompok ekstremis .
Akhir pekan lalu, AS diguncang serangan bom termasuk malam pemboman pada hari Sabtu kemarin yang mencedera 29 orang di Manhattan dan serangan senjata tajam di pusat perbelanjaan Minnesota yang melukai sembilan orang. Pihak berwenang menjelaskan ketiga serangan itu sebagai tindakan yang disengaja dan kriminal.
Sabtu malam raungan memekakkan telinga mengguncang kawasan populer Manhattan setelah bom meledak. Dilansir kantor berita Reuters, Senin, (19/9/2016), Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan tindakan meledakkan bom di daerah yang ramai di Manhattan merupakan aksi terorisme.
Untuk serangan senjata tajam di Minnesota, Polisi belum mengidentifikasi mengutip investigasi yang sedang berlangsung, meskipun beberapa laporan media lokal menyebut nama dan mengatakan pelakunya adalah seorang mahasiswa junior kelahiran Afrika. Richard Thornton dari FBI menganggap Minnesota sebagai tindakan berpotensi terorisme.
Pihak berwenang belum menemukan koneksi langsung antara serangan Minnesota dan pemboman di New York dan New Jersey, yang terjadi sebelum Sidang Umum PBB yang akan berlangsung Selasa. Setidaknya 135 kepala negara atau pemerintah akan menghadiri acara tersebut. Pejabat kota mengataka akan mengamankan sidang itu dengan 1.000 petugas polisi berseragam dan anggota Garda Nasional.
FBI sedang memeriksa sisa-sisa dari dua perangkat bom yang meledak di Chelsea dan Seaside Park, New Jersey, sekitar 80 mil (130 km) selatan dari New York City, serta bom dengan jenis yang sama dari alat peledak improvisasi yang menewaskan tiga orang dan melukai puluhan orang di aksi pemboman Boston Marathon tahun 2013.
"Tingkat kerusakan dalam ketiga kasus tidak menunjuk pada satu kelompok yang telah mengembangkan alat peledak," kata seorang pejabat AS yang terlibat dalam penyelidikan .
Namun, pejabat itu menambahkan bahwa sifat ledakan dari perangkat tersebut dengan tingkat rendah dikuatirkan hanya semacam tes keamanan di New York. "Itulah yang mengkhawatirkan kami, Apakah ini semacam uji coba, bukan hanya dari perangkat, tetapi juga dari pengawasan di New York dan responnya?" kata pejabat itu.
Peneliti di laboratorium FBI di Quantico, Virginia, melihat tiga perangkat di wilayah New York memiliki desain umum. "Hampir siapa pun bisa membuat bom ini dan menggunakan ponsel sebagai detonator waktunya," kata pejabat itu. "Ada petunjuknya di internet, dan dari tingkat ledakan, posisi, dan ketidakefektifannya relatif ini tidak menunjukkan kelompok canggih berperan dalam hal ini."
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU