
Jakarta - Pria yang menikam sembilan orang di sebuah mal Minnesota Sabtu kemarin sebelum ditembak mati oleh seorang polisi adalah "prajurit dari ISIS" menurut sebuah kantor berita ISIS.
Pernyataan itu diposting secara online hari Minggu oleh Amaq, media terafiliasi Negara Islam Irak Suriah (ISIS) terkait klaim untuk apa yang terjadi di seluruh Eropa dalam beberapa bulan terakhir.
“Kami tidak memiliki sesuatu yang substansif melebihi dari apa yang diketahui saat ini adalah sebatas penyerangan tunggal," kata polisi setempat, Chief William Blair Anderson dikutip BBC, Senin, (19/9/2016) "Dan sekarang, kami mencoba untuk mendapatkan motivasinya."
FBI menilai serangan itu potensi tindak terorisme.
Menanggapi laporan setempat yang mengidentifikasi penyerang sebagai keturunan Somalia, anggota masyarakat Muslim Somalia mengekspresikan kesedihan mereka bagi para korban dan menyerukan persatuan.
"Kami juga prihatin tentang potensi serangan balik," kata Jaylani Hussein, direktur eksekutif Council on American-Islamic Relations (CAIR) di Minnesota. "Kami memahami di St. Cloud ada organisasi anti-Muslim dan kami berharap mereka tidak menggunakan insiden ini untuk menyerang kami."
Ahmed Said, direktur eksekutif dari Somalia American Relations Council, sebelumnya mengungkapkan bahwa tidak jelas apakah agama memotivasi serangan itu, "Tapi kami tahu dia adalah Somalia," dikutip Minneapolis StarTribune. Namun, pihak berwenang belum mengkonfirmasi etnis penyerang.
St. Cloud adalah rumah bagi salah satu komunitas Muslim imigran Minnesota. StarTribune, Surat kabar Minneapolis dan St. Cloud Times melaporkan identifikasi penyerang sebagai anggota masyarakat Somalia. Pada tahun 2014, ada kerusakan masjid di St. Cloud dan pada tahun 2013 komunitas Muslim di kota itu menarik tawaran untuk membangun masjid yang lebih besar karena ketegangan.
Mohamoud Mohamed, juru bicara Islamic Center Central Minnesota di St. Cloud, menekankan bahwa masyarakat muslim Minnesota Muslim tidak memiliki hubungan dengan ISIS atau kelompok teroris Islam lainnya.
"Kami adalah korban dari kelompok-kelompok teroris," katanya. "Islam adalah perdamaian ... Saya berdoa untuk para korban."
"Ini menjadi hari gelap yang merupakan hari kita tidak akan pernah lupa," kata lul Hersi. "Mari kita bersatu sebagai satu Minnesota ... mari menyebarkan cinta bukan kebencian. ISIS tidak mewakili kita. Ini tidak mewakili Islam, dan itu tidak mewakili Somalia."
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU