Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Protes Hukum Ekstradisi China Merambah ke Sydney

Internasional
10 Jun 2019
Protes Hukum Ekstradisi China Merambah ke Sydney

hariansuara.com, Jakarta - Protes atas hukum ekstradisi China merambah ke Sydney pada Minggu (9 Juni), dengan para migran yang berkumpul dan mendesak pemerintah Australia untuk mengutuk undang-undang tersebut.

Seorang Akuntan bernama Ida Lee, satu dari 1.000 orang yang berkumpul di Sydney, mengatakan menghargai kebebasan berbicara, tetapi ekspatriat seperti dirinya merasa takut ditangkap oleh China ketika melakukan perjalanan melalui Hong Kong.

"Orang-orang biasa seperti saya, saya pikir akan hidup dalam ketakutan terus-menerus akan melanggar hukum di China dan ketika kita melewati Hong Kong kita akan ditangkap dan diekstradisi," katanya.

Pejabat pemerintah Hong Kong telah berulang kali membela RUU yang diusulkan yang memungkinkan tersangka dikirim ke China untuk diadili, dengan mengatakan undang-undang tersebut membawa perlindungan yang memadai. Tetapi banyak yang mempertanyakan aspek keadilan dan transparansi sistem pengadilan China.

Australia dengan populasi 25 juta orang memiliki diaspora China yang besar. Lebih dari 500.000 orang lahir di China dan lebih dari 86.000 orang yang lahir di Hong Kong berada di Australia.

Penyelenggara protes Jared Fu, meminta pemerintah Australia untuk mengutuk undang-undang yang diusulkan, seperti yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Uni Eropa.

"Kekhawatiran utama kami tentang RUU ini termasuk kemungkinan penganiayaan politik dan pelanggaran hak asasi manusia dan bahkan ancaman terhadap keselamatan pribadi jika ditahan oleh China," katanya.

Pemerintah Australia melalui  juru bicara Departemen Luar Negeri dan Perdagangan mengatakan konsul jendralnya di Hong Kong telah mengangkat masalah ini ke tingkat senior pemerintah kota.

"Pemerintah Australia menaruh minat besar pada amandemen yang diusulkan terhadap Undang-undang tersebut, termasuk untuk memastikan dampak apa pun terhadap penduduk Australia," kata juru bicara itu.

Fu mengatakan protes dilakukan dan diorganisir oleh sukarelawan dan bukan oleh organisasi politik manapun di Hong Kong atau Australia.

"Ini penting untuk diklarifikasi mengingat pemerintah China biasanya menuduh gerakan asing mengenai Hong Kong adalah konspirasi Barat," katanya.

"Kami ada di sini hari ini karena kami tidak hanya peduli dengan hak asasi manusia, kami juga peduli dengan Hong Kong dan Australia yang mungkin memiliki koneksi dengan Hong Kong."(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU

X
X