
Jakarta - PBB mengatakan pihaknya siap untuk melanjutkan konvoi bantuan di Suriah setelah menghentikan operasi pasca serangan mematikan kepada misi bantuan pada hari Senin lalu.
“Truk bantuan akan mulai bergulir ke beberapa daerah tetapi dengan hati-hati”, kata Utusan PBB untuk Suriah Staffan Mistura dilansir BBC, Kamis, (22/9/2016).
Terkait solusi mengakhiri perang di Suriah, masih ada harapan untuk kesepakatan. Mistura menambahkan AS dan Rusia memiliki "tanggung jawab". "Mereka harus memerintah, mereka harus meyakinkan mitra mereka sendiri bahwa ini adalah serius."
Sebelumnya di PBB, Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan masa depan Suriah seperti “tergantung pada seutas benang".
Dia mengatakan serangan Senin lalu yang menewaskan 20 warga sipil, telah mengangkat keraguan yang mendalam mengenai apakah Rusia dan pemerintah Suriah sadar dengan persyaratan dari kesepakatan gencatan senjata.
Para pejabat AS yakin pesawat Rusia bertanggung jawab atas serangan, dekat Aleppo. Tapi Rusia, sekutu Suriah, membantah terlibat. Kementerian pertahanan Juru bicara militer Rusia Gen Igor Konashenkov tidak langsung menuduh AS seraya mengatakan drone AS-lah yang bisa melaksanakan serangan presisi tinggi terhadap sasaran di darat.
Di PBB, Kerry mengatakan penerbangan tempur harus berhenti untuk memberikan kesempatan bagi bantuan kemanusiaan datang tanpa hambatan. Bantuan pengiriman ke daerah terkepung dan sulit dijangkau merupakan bagian penting dari gencatan senjata parsial yang ditengahi oleh Amerika Serikat dan Rusia, yang berlangsung hanya seminggu.
“Konvoi akan segera dilanjutkan "sesegera mungkin", menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.
Perang sipil lima tahun di Suriah telah menewaskan lebih dari 250.000 orang tewas dan menelantarkan lebih dari 11 juta orang lain.
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU