
hariansuara.com, Jakarta - Korban tewas akibat virus flu Australia telah melewati 200 orang, dengan pihak berwenang memperingatkan bahwa korban kemungkinan akan bertambah.
Menurut data yang dirilis secara terpisah oleh enam negara bagian dan dua wilayah Australia, setidaknya 228 orang meningal dunia oleh virus flu dan lebih dari 100.000 orang telah terinfeksi.
"Kami mengalami salah satu musim terburuk sejauh ini ... kami memperkirakan puncaknya akan datang antara Juli dan September," kata Richard Kidd, ketua Dewan Praktik Umum Asosiasi Medis Australia.
"Virus Influenza tidak seperti flu biasa, ini serius dan bisa mematikan."
Lebih dari 100 kematian dan 49.000 kasus telah dilaporkan di New South Wales (NSW) dan Victoria, dua negara bagian terbesar Australia, sejak Januari.
Di Australia Selatan, di mana populasinya kira-kira seperempat dari ukuran Victoria, ada 18.500 kasus influenza yang dikonfirmasi dan 44 kematian.
"Musim flu dampaknya terasa di seluruh negeri dengan lebih banyak pasien datang ke unit gawat darurat NSW sejauh ini pada 2019 ,"kata Vicky Sheppeard, direktur NSW untuk Penyakit Menular.
Wabah terjadi meskipun lebih dari 11 juta orang telah divaksinasi di bawah program yang disubsidi oleh pemerintah. James Day, pria Victoria berusia 43 tahun yang telah divaksinasi tetapi meninggal karena flu satu minggu setelah didiagnosis.(*)
Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting
KOMENTAR TERBARU